Bayi Masih Hidup Dibuang Lagi

HIDUP : Sri Maryuliati menggendong bayi perempuan yang ditemukan dalam kondisi hidup.

KEDUNGKANDANG– Warga Jalan Simpang Wisnu Wardana, Sawojajar, Malang pagi kemarin dikejutkan dengan penemuan bayi perempuan. Bayi tersebut ditemukan di sebelah timur TK Primagama (belakang kampus Universitas Wisnu Wardana Malang) ini dalam kondisi hidup, dengan tali pusar terpotong. Ironisnya, saat ditemukan bayi tersebut telanjang, tidak satu benang pun menutupi tubuhnya. Kalaupun ada  jaket warna merah, menurut saksi hanya dipakai sebagai alas saja. “Bayinya telanjang, tali pusarnya juga masih basah, dan tubuh bayi juga masih basah air ketuban,” kata Aditya Wardana, salah satu saksi mata. Lantaran itulah,  kondisi kesehatan bayi tersebut drop. Sehingga warga pun membawa bayi mungil ini ke Puskesmas Kedungkandang.  
Hanya saja karena peralatan medis di Puskesmas Kedungkandang kurang memadai, bayi tersebut kemudian dirawat di rumah bidan Sri Maryuliati, di Jalan Muharto Malang. Aditya Wardana mengatakan, kali pertama bayi tersebut ditemukan oleh Ida, warga setempat. Saat itu sekitar pukul 09.30, Ida yang sedang memasak dikejutkan dengan suara tangis bayi di samping kanan rumahnya. Curiga, Ida pun keluar, untuk mencari suara tangis bayi tersebut. “Bu Ida curiga, karena di lingkungan sini tidak ada warga yang memiliki bayi,” papar pemuda tersebut.
Ida pun kaget begitu melihat bayi mungil tergeletak di tanah tidak jauh dari rumahnya. Dan seketika itu juga Ida memanggil suaminya, dan warga sekitar. Tidak hanya warga yang berbondong-bondong datang ke tempat penemuan bayi tersebut, petugas Polsekta Kedungkandang yang mendapat laporan pun buru-buru datang ke TKP. Tubuh bayi mungil inipun langsung diangkat oleh petugas, selanjutnya diberi selimut, untuk kemudian dibawa ke Puskesmas Kedungkandang.
Terkait dengan pelaku yang membuang, Kapolsekta Kedungkandang, Kompol Sutiono mengatakan jika pihaknya masih melakukan penyelidikan. Sementara Sri Maryuliati, membenarkan jika bayi tersebut saat ini berada di rumah yang juga digunakan sebagai tempat parktik bidan. “Bayi lahir normal, panjang 48 centimeter dengan berat badan 2.4 kilogram,” kata Sri. Bukan itu saja, Sri juga berharap jika bayi mungil ini bisa diadopsi sendiri olehnya. Namun begitu, jika ada orang lain yang menginginkan, Sri pun akan menyerahkannya. “Sudah lama saya menginginkan bayi laki-laki, tapi ini perempuan. Tidak apa-apa, berarti rezeki. Jika boleh saya akan mengadopsi sendiri bayinya,” harap dia. (ira/mar)