Santri Tusuk Teman Sendiri

PERIKSA : Chalifar Fanani dimintai keterangan polisi.

DAU- Moch Chalifar Fanani, warga Jalan Margojoyo, Dusun Jetis, Desa Mulyo Agung, Dau, sejak kemarin harus merasakan pengapnya sel Mapolsek Dau. Pemuda berusia 19 tahun itu, dibekuk polisi di rumahnya setelah menusuk Eko Adi Sasongko, 16 tahun, warga Dusun Karangsono, RT52 RW10, Desa Kebonagung, Pakisaji. Menurut petugas, dia sudah bersiap untuk kabur saat polisi datang untuk membekuknya. “Saat ditangkap, kami mengamankan sepeda motor tersangka dan pisau lipat yang digunakan untuk menusuk korban,” ucap Kapolsek Dau, Kompol Zain Mawardi. Kepada penyidik, pemuda yang diketahui sebagai santri Pondok Pesantren Al-Kautsar, Jetis, Dau itu, mengaku tega menusuk teman satu pondoknya  itu karena tersinggung dengan ejekan yang dilontarkan kepadanya saat olahraga pagi di areal pondok tersebut, kemarin pagi.
 “Dia tiba-tiba berkata kasar yang menyinggung perasaaan saya. Saya pun tak tahu kenapa dia tiba-tiba berkata begitu. Saya lalu menantangnya untuk berkelahi di persawahan sekitar perumahan Oma View,” kata Chalifar dihadapan penyidik. Eko pun, menerima tantangan perkelahian itu dengan datang ke persawahan sekitar perumahan Oma View, satu jam kemudian.  
Saat perkelahian itulah, tersangka menusuk korban sebanyak tiga kali dengan pisau lipat yang telah dipersiapkannya. Yakni tepat dibagian tubuh perut bawah, paha bagian kanan dan kiri. “Ketika saya tusuk pertama itu, dia sempat melawan dan memukul wajah saya. Karena panik saya lalu menusuknya lagi sebanyak dua kali,” jelas Chalifar.  Usai menusuk korban, diapun panik dan langsung pulang ke rumahnya yang masih satu dusun dengan pondok tempatnya menimba ilmu. Sedangkan Eko Adi Sasongko yang kesakitan lantaran ditusuk oleh tersangka, berteriak keras meminta tolong. Oleh warga sekitar, dia ditolong dan dibawa ke RSSA Kota Malang. (big/mar)