Usai Selingkuh Ditemukan Gantung Diri

KALIPARE– Ketenangan warga Dusun Babatan, Desa Arjosari, Kalipare, pagi kemarin digemparkan dengan tewasnya Dudik Aditya Aan, 27 tahun. Warga Dusun Darungan, Desa Kalirejo Kalipare ini, ditemukan tewas tergantung di sebuah gubuk di tengah ladang tebu. Diduga kematian bapak satu anak ini karena dibunuh. Indikasi korban tewas dibunuh, karena ditemukan beberapa luka memar di tubuhnya. Diantaranya luka memar di perut, luka memar di kedua kaki serta luka memar dan luka pangkal pahanya. Namun untuk memastikan kebenarannya, jenazah korban diotopsi di kamar jenazah RSSA Malang.
Sebelum ditemukan tewas, korban yang sebelumnya bekerja sebagai kuli bangunan di Bali ini, Jumat (4/1) pagi pulang ke rumahnya di Dusun Darungan, Desa Kalirejo, Kalipare. Kemudian Jumat sore, setelah mendapat SMS, Dudik yang ditinggal istrinya kerja sebagai TKW di Hongkong ini keluar rumah dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra. “Dia keluar rumah karena dapat SMS dari seorang wanita yang diduga adalah selingkuhannya. Siapa wanita ini, masih belum diketahui identitasnya,” ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah.
Saat bertemu dengan wanita idaman lain (WIL) itu di Blitar, korban masih sempat melihat orkes di Desa Ngadri, Binangun, Blitar. Selanjutnya korban dan WIL-nya, pulang ke rumah selingkuhannya itu. Disaat berduaan dalam rumah itulah, Sabtu (5/1) korban dipergoki oleh suami selingkuhannya. Korban yang ketakutan pun langsung kabur hanya dengan mengenakan kaos dan celana dalam. Sepeda motor Honda Supra miliknya ditinggalkan. Kasus perselingkuhan itupun menjadi gempar. Dan sepeda motor milik korban yang tertinggal diamankan di perangkat desa.
Sabtu siang setelah penggrebekan itu, rumah korban didatangi dua orang yang mengaku warga dari Dusun Dawung, Desa Ngadri, Binangun, Blitar. Kepada keluarga korban, kedua orang tersebut menyatakan mencari Dudik. Namun karena yang dicari tidak ada, kedua orang tersebut mengatakan kalau sepeda motor milik korban diamankan diperangkat desa. “Sabtu malam harinya dua orang itu datang lagi. Karena korban tidak ada, mereka kembali mengatakan kalau sepeda motor milik korban ada diperangkat desa. Dan saat keluarga menanyakan dimana Dudik, kedua orang tersebut mengatakan kalau Dudik habis ketahuan selingkuh dan posisinya aman,”  terang Decky.
Baru Minggu pagi kemarin, ketika keluarga berencana hendak mengambil sepeda motor milik Dudik, keluarga justru dikejutkan dengan penemuan mayat korban yang tewas tergantung dengan menggunakan ikat pinggang.  “Yang membuat keluarga janggal, karena dikatakan kalau Dudik saat digrebek kabur hanya dengan mengenakan celana dalam. Tetapi saat ditemukan tergantung kok menggunakan celana pendek. Apalagi ditubuhnya juga banyak luka memar. Keluarga curiga kalau Dudik itu dibunuh lalu digantung,” jelas Marwiyah, nenek korban. (agp/mar)