Widya Sering Tawarkan Kerjasama Tak Masuk Akal

BLIMBING- Proses hukum dugaan pemalsuan Akta Jual Beli (AJB), yang dilaporkan oleh Sukirman, 51 tahun, warga Dusun Genitri, Desa Kedungrejo, Pakis bakal lama. Pasalnya terlapor notaris Kuntjoro Wihono SH, bersikukuh bila permasalahan ini ada pada Widya Rachmawati, 39 tahun, warga Jalan Digul Malang, yang meminjamkan utang kepada istri Sukirman, Siti Nurifah, sebesar Rp 5 juta. Malang Post yang kemarin berusaha menemui Widya, ternyata rumah yang ditempati wanita tersebut dan keluarganya sudah dijual. Wanita yang diketahui pernah bekerja sebagai pengusaha roti itu, sudah dua tahun meninggalkan rumahnya.
“Sejak awal tahun 2011 lalu, Widya menghilang begitu saja. Dia berserta keluarganya tak pamit akan pindah kemana, Rumah Widya pun saat ini kosong tak berpenghuni,“ ujar Sutarwanto, Ketua RT01. Yang lebih mengejutkan, Widya ternyata kerap tersangkut masalah keuangan serta penipuan. Menurut Sutarwanto, sebelumnya Widya juga pernah mengalami kasus penipuan. “Dulu, rumah Widya sering sekali didatangi oleh debt collector  (penagih utang). Bahkan dia juga pernah tersangkut penunggakan pinjaman kepada salah satu BPR,” bebernya. Padahal, H. Heko, suami Widya, kata Sutarwanto adalah pegawai Bank Panin di Kota Malang yang notabene paham tentang aturan kredit.
Disinggung mengenai asal dari Widya, Sutarwanto menyebutkan bahwa dia merupakan pendatang di Jalan Digul. “Yang jelas, dia adalah pendatang di daerah sini. Saya tak tahu jelasnya darimana Widya berasal, karena dia cuma kontrak rumah,” ungkapnya. Diketahui, dulunya ibu dua anak ini juga kerap menawarkan kepada warga sekitar, kerjasama yang tak masuk akal. “Istri saya pernah ditawari kerjasama dengan modal Rp 40 juta, menghasilkan ratusan juta rupiah tiap minggunya. Namun, saya larang istri saya untuk ikut. Karena itu hal yang tak masuk akal,” paparnya.
Sementara itu, pengakuan tak kalah mengejutkan diberikan oleh notaris Kuntjoro Wihono SH. Dia yang dilaporkan ke polisi karena dianggap harus bertanggungjawab dalam pemalsuan AJB ini, mengaku bila rumah yang ditempati Sukirman ini sudah dijaminkan ke Bank Panin untuk kredit sebesar Rp 186 juta. “Dalam salah satu lampiran foto copi kelengkapan pembuatan AJB, ada surat yang yang menyatakan anggunan rumah atas nama Sukirman sebesar Rp 186 juta kepada Bank Panin,“ terangnya. Sebab itu, Kuntjoro meminta Widya juga dihadirkan ke Satreskrim Polres Malang dalam pemeriksaan dirinya.
Sayangnya, penyidik Satreskrim Polres Malang terkesan mencla-mencle dalam menangani kasus ini. Sebelumnya, Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah mengaku bila pihaknya masih akan memeriksa saksi-saksi terkait kasus ini, minggu ini. “Kami masih harus mempelajari dulu kasusnya, setelah itu memeriksa saksi-saksi terlebih dulu sesuai dengan nama yang tercantum dalam AJB tersebut,” katanya ketika itu. Jika dalam gelar kasus itu, dugaan pemalsuan AJB yang dilakukan Kuntjoro terbukti, polisi masih harus melayangkan izin pemeriksaan terlebih dulu kepada Majelis Pengawas Daerah (MPD) Malang. Namun, Kuntjoro mengaku sudah menerima panggilan dari polisi untuk diperiksa hari ini. (big/mar)