Istri Tentara Masuk Daftar Pencarian Orang

KEPANJEN- Satreskrim Polres Malang akhirnya menetapkan Susi Sri Sugiarti, 34 tahun, sebagai tersangka penipuan. Istri Koptu WH, anggota Yon Zipur Kepanjen ini pun dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Hasil pemeriksaan terhadap para korban-korbannya yang menderita kerugian hingga Rp 5 miliar, Susi dianggap melanggar Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah mengungkapkan, penetapan ibu dua anak sebagai tersangka ini, setelah penyidiknya melakukan pemeriksaan terhadap korban sekaligus sebagai saksi. “Ada empat orang yang sudah kami mintai keterangan,” terangnya kemarin.
Keempatnya yakni Puji Rahayu Dwi Susanti, 33 tahun, warga Dusun Tempur, Desa Kemiri Kepanjen, Laili Ikke Susanti, 39 tahun, warga Jalan Raya Desa Jenggolo, Kepanjen, Sulistina, 39 tahun, warga Desa/Kecamatan Pagak dan Suryanto, 33 tahun, warga Cieungsi, Bogor. Pria yang pernah berdinas di Polres Malang Kota ini juga menjelaskan, para korban sekaligus saksi ini sudah dimintai keterangan saat melakukan pengaduan bulan Nopember 2012 lalu. “Sebenarnya, ketika itu Susi sudah dipanggil berulangkali oleh penyidik untuk menghadap ke Mapolres Malang. Namun, dipanggil berulangkali, dia pun juga mangkir,” tegas dia.
Ditambahkannya, saat ini beberapa anggota Satreskrim Polres Malang memburu keberadaan wanita yang tinggal di Jalan Pudak, Kelurahan Cepokomulyo, Kepanjen tersebut. Diduga kuat, Susi yang dikenal cukup bermasalah di instansi militer tempat kerja suaminya itu kabur ke Solo. “Ada dugaan dia lari ke sana atau ke rumah aslinya,” terang salah satu sumber Malang Post di Polres Malang. Namun, beberapa anggota lainnya, juga diminta untuk melakukan penyanggongan di sekitar Kepanjen. “Dia memang sudah menghilang sejak beberapa bulan lalu, setelah tahu kalau diadukan ke polisi,” papar sumber ini.
Seperti diketahui, Susi melakukan penipuan hingga menyebabkan kerugian para korbannya mencapai Rp 5 miliar. Modus penipuannya, menawari para korban untuk bergabung dalam investasi pembelian barang jaminan yang dilelang oleh kantor Pegadaian. Susi menjanjikan keuntungan antara 13 persen hingga 14 persen di setiap penjualan barang. Tetapi setelah uang terkumpul hingga miliaran rupiah, Susi malah kabur. Polisi sendiri, kini berharap para korban lainnya yang dirugikan, juga melapor ke Mapolres Malang. (agp/mar)