Gara-Gara Ban, Jukir Dipukul Botol

KLOJEN– Sudarwis, 27 tahun, warga Jalan Muharto Gg VIII Malang mendatangi Mapolres Malang Kota. Jukir penitipan motor di Stasiun Kota Baru ini mengaku dianiaya Bahor, pemilik salah satu stand PKL di depan Stasiun Kota Baru, Jalan Sriwijaya Malang, kemarin siang. Kepada petugas, dia mengatakan dipukul botol oleh Bahor hingga mengalami luka robek di punggung kanannya. Selain penganiayaan, dia juga melaporkan perusakan motornya, Suzuki Satria yang dilakukan Bahor saat dia berusaha menghindari amukan pria tersebut. Dijelaskan dia, kasus penganiayaan ini bermula ketika dia meminjam mobil Toyota Kijang milik Bahor, sebulan lalu.
“Saya meminjam mobil itu kepada Zaenab, istri Bahor. Mobil itu memang saya pakai ke daerah Baran, Kedungkandang,” tutur Darwis, panggilan sehari-harinya. Di tengah perjalanan, ban depan kiri mobil pecah. Dia lalu berinisiatif mengganti ban tersebut. “Baik ban luar dan ban dalam, saya ganti semua. Tapi karena uang saya tidak cukup untuk membeli yang baru, saya hanya membelikan ban bekas,” lanjutnya. Kendati sudah mengganti, Darwis tidak sembunyi-sembunyi. Dia tetap bercerita kepada Zaenab terkait ban mobil yang pecah. Menurutnya, ketika itu, Zaenab tidak mempermasalahkannya karena sudah diganti.
Permasalahan baru muncul kemarin. Darwis yang libur dua hari, tidak jaga parkir mendadak Bahor menelponnya. Dalam pembicaraan telepon tersebut, suami Zaenab meminta Darwis menemuinya di stand PKL Jalan Sriwijaya untuk membicarakan masalah ban. Mengendarai motor Suzuki Satria, Darwis pun  memenuhi permintaan Bahor. “Saat ketemu itu, Bahor sudah emosi. Saya berusaha menjelaskan tapi dia tidak mau mendengar. Hingga akhirnya kami adu mulut,” tambahnya.
Bahor, masih menurut Darwis, mengolok-oloknya sebagai lelaki tak bertanggung jawab. Dalam perang mulut tersebut, Darwis masih sempat menawarkan untuk mengganti ban baru. Hanya saja, pelaku tetap emosi dan tidak mengindahkan penawaran tersebut. Saat Darwis hendak kembali, Bahor mengambil botol dan langsung memukul bahu kanannya hingga botol pecah. Darah segar pun mengalir. “Saya takut dan langsung lari. Saya khawatir dia tambah brutal, apalagi saat itu dia masih memegang pecahan botolnya,” ungkap bapak dua anak ini. Saat lari itulah, dia juga melihat Bahor merusak motor miliknya dengan kayu. “Saya berharap polisi cepat bertindak, dan pelakunya ditangkap lalu diproses sesuai prosedur hukum,” pungkas dia. (ira/mar)