Kuntjoro Diperiksa, Widya Diburu

Kuntjoro

KEPANJEN- Notaris Kuntjoro Wihono SH, memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polres Malang kemarin siang, sebagai saksi kasus dugaan pemalsuan Akta Jual Beli (AJB) yang dilaporkan Sukirman, 51 tahun, warga Dusun Genitri, Desa Kedungrejo, Pakis. Saat tiba di Mapolres Malang, Kuntjoro datang tanpa didampingi kuasa hukumnya. Notaris yang berkantor di Desa Ngijo, Karangploso tiba pukul 13.00 dan bergegas memasuki ruangan Kasatreskrim, AKP Decky Hermansyah. Saat dicecar pertanyaan oleh wartawan, dia mengaku siap memberikan keterangan kepada kepolisian. “Ini baru mau ketemu Pak Kasat,” ujarnya sembari berlalu.
Pemeriksaan yang dilakukan polisi, berlangsung singkat. Hanya sekitar 30 menit, Kuntjoro sudah keluar dari ruangan Decky. Usai pemeriksaan, saat ditemui Malang Post, dia mengaku hanya memberikan keterangan yang sebenarnya. “Saya hanya memberikan keterangan yang sebenarnya asal mula maupun proses pembuatan AJB di Dusun Genitri, Desa Kedungrejo, Pakis itu,“ kata lulusan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya ini. Disinggung berapa pertanyaan dan materi pemeriksaan yang dilontarkan penyidik, dia enggan menyebutkan secara pasti.
“Cuma sedikit kok. Sebab itu pemeriksaan tadi cukup cepat,“ imbuh dia. Saat ditanya mengenai keberadaan Rachardian alias Dian, anak buahnya di kantor notariss, Kuntjoro tak mau mengungkapkan. Padahal, sebelumnya Dian juga merupakan salah satu kunci kasus tersebut. “Dia yang mengurusi semua proses pembuatan AJB rumah milik pak Sukirman yang diajukan oleh Widya Rachmawati, 39 tahun, warga Jalan Digul Malang, yang meminjamkan utang kepada istri Sukirman, Siti Nurifah sebesar Rp 5 juta,” terangnya ketika ditemui Malang Post beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Decky menerangkan bahwa Kuntjoro masih berstatus sebagai saksi. “Untuk sementara ini, statusnya masih sebagai saksi. Masih belum ditemukan bukti, bahwa yang bersangkutan secara meyakinkan memalsukan AJB itu,“ ungkap mantan Kasatreskrim Polres Batu ini. Saat ini, selain akan mengumpulkan keterangan dari saksi lainnya, beberapa anggotanya juga disebar untuk memburu keberadaan Widya yang menjaminkan sertifikat milik Sukirman ke Bank Panin sebesar Rp 186 juta. (big/mar)