Jaksa – Polisi Pingpong Berkas PT Hardlent Medika Husada

Foto : Sutrisno

MALANG– Nuansa mafia hukum dalam penanganan sengketa PT Hardlent Medika Husada (HMH) tidak hanya dirasakan pada tingkat penyidikan di Satreskrim Polres Malang Kota, namun juga dirasakan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang. Hal itu dikatakan H. Sutrisno SH M.Hum, penasihat hukum Direktur PT HMH, DR FM Valentina, kemarin. “Saya yakin ada yang bermain. Saya tidak mau menunjukkan orang, tapi saya yakin ada mafia-mafia hukum yang mengeruk keuntungan dari perkara ini,” tegas dia. Keyakinannya itu dibuktikan dengan ketidakkonsistenan penyidik kejaksaan dalam menangani perkara tersebut.
Dia mengungkapkan, 12 hari setelah berkas perkara pemalsuan data autentik dengan tersangka dr Hardi Soetanto, 54 tahun, warga Jalan Taman Ijen Malang dilimpahkan penyidik Satreskrim Polres Malang Kota, Oktober 2012, oleh tim penyidik Kejari dikembalikan (P19). Dalam lampiran P19, pihak kejaksaan telah memberikan petunjuk kepada penyidik untuk melengkapi keterangan para saksi, termasuk keterangan dari Valentina selaku pelapor dan pihak Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum dan HAM. Penyidik reskrim kemudian melimpahkan kembali berkas itu ke Kejari Malang, satu bulan kemudian.
“Setelah petunjuk P19 yang pertama dilampirkan penyidik Kejari dipenuhi, harusnya pihak Kejari menyatakan berkas tersebut sempurna. Tapi kenyataannya, berkas dikembalikan lagi kepada penyidik reskrim. Dan dalam lampiran juga dituliskan penyidik harus melakukan penelitian tentang keabsahan pendirian PT. HMH. Ini kan tidak konsisten namanya, dan jauh menyimpang dengan apa yang sudah saya laporkan,” jelas pria berkumis ini. Dalam waktu dekat, Sutrisno mengaku akan segera mendatangi Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk meminta agar laporannya tentang ketidakberesan di Kejari Kota Malang diproses.
Setelah itu, dia akan menghadap Kajari Kota Malang, Wenny Gustiati SH. “Saya sudah mengerem keinginan untuk menghadap langsung ke Kajari agar tidak dikatakan melakukan intervensi. Tapi jika begini kondisinya, saya wajib untuk mendatanginya,” pungkas dia. Seperti yang diberitakan, Valentina melaporkan suaminya, Hardi Soetanto ke Polres Malang Kota, bulan Juni 2012 lalu, dengan tuduhan memasukkan keterangan palsu pada akte autentik. Akta autentik yang dimaksud adalah keterangan pada saat Rapat Luar Biasa Pemegang Saham PT  HMH yang digelar oleh Hardi, 17 Maret 2012 di Hotel Regent Park. (ira/mar)