Cerdas Computer Tertipu 10 Laptop

SUKUN-  Niatnya mencari untung dengan menjual laptop secara borongan, tapi justru malah menjadi buntung. Itulah yang dialami Dani Yulianto, 34 tahun, warga Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Pemilik toko Cerdas Computer di Plasa Dieng Jalan Raya Langsep malang ini menuai kerugian Rp 44 juta, setelah 10 laptop berbagai merek dagangannya digelapkan Yudi Mardianto, 27 tahun, tinggal di Jalan Klayatan Gg II Malang. Senin (7/1) sore, Dani pun melapor penipuan ini ke Polres Malang Kota.  Kali pertama, Yudi datang ke toko Cerdas Computer di Plasa Dieng, awal Desember 2012 lalu.  Kepada Dani, dia mengaku berniat membeli laptop. Dia bermaksud membeli 10 unit sekaligus.
“Terlapor mengaku memiliki toko komputer di Jalan S Supriyadi. Laptop yang dibeli dari pelapor, rencananya akan dijual kembali,” papar Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan. Lantaran membeli borongan itulah, Dani memberikan harga spesial kepada Yudi, sekalipun tidak langsung membayar seluruh barang. “Terlapor berjanji membayar laptop tersebut satu minggu setelah barang terkirim. Janji itu juga disepakati oleh pelapor yang sudah mengenal  Yudi,” urai Dwiko lagi. Tapi begitu, janji tinggal janji. Satu minggu berlalu faktanya Yudi tidak membayar laptop tersebut. Dani pun menghubungi Yudi untuk menagih uang pembayaran laptop tersebut. Namun Yudi meminta keringanan, dengan mengatakan jika uangnya masih belum terkumpul semuanya.
Ucapan ini, dipercaya oleh korban. Tapi karena terus diberi janji, Dani pun jengkel, selanjutnya mendatangi tempat tinggal Yudi di Jalan Klayatan Gg II Malang. Alangkah kagetnya Dani, saat melihat rumah tersebut kosong. Lebih kaget lagi saat Dani mengetahui jika di rumah yang diakui milik terlapor tersebut adalah kontrakan. “Di rumah tersebut terlapor mengontrak, sudah lama kontrakan itu habis dan  tidak diperpanjang oleh terlapor,’’ kata pria dengan tiga balok di pundak ini. Dani pun yakin jika dirinya menjadi korban penipuan, apalagi nomor HP Yudi tidak bisa dihubungi. Dani pun memilih melapor ke Polres Malang Kota dengan menyertakan bukti kuitansi pembelian laptop yang semuanya belum terbayar. (ira/mar)