Tindak Asusila di Kabupaten Masih Tinggi

PERIKSA : Kedua tersangka asusila diperiksa penyidik Polsek Gondanglegi.

GONDANGLEGI- Tindak pelanggaran pidana asusila di Kabupaten Malang semakin menjadi-jadi. Kemarin, unit reskrim Polsek Gondanglegi menahan dua pelaku atas kasus asusila dengan korbannya yang masih dibawah umur. Adalah Abdurachman, 33 tahun,  warga Desa Putukrejo, Gondanglegi dan M. Leo, 19 tahun, warga Desa Bulupitu, Gondanglegi. Kapolsek Gondanglegi, Kompol Gatot Suseno SH menjelaskan, dua pelaku sudah diamankan. Saat ini, keduanya masih menjalani pemeriksaan atas kasus asusila yang juga disertai dengan penyekapan oleh kedua pelaku. “Masih kami periksa secara intensif,” ujarnya.  Kedua tersangka terancam kurungan maksimal 15 tahun penjara. “Mereka melanggar Pasal 81 Ayat 1 dan 2, UU No 23 Tahun 2002, tindak pidana perlindungan anak. Mereka juga segera dilimpahkan ke UPPA Polres Malang,” lanjut Gatot.
Berawal saat korban sebut saja Melati, 16 tahun, kenal dengan Leo empat bulan lalu. Setelah mereka berdua semakin akrab, akhirnya memutuskan untuk berpacaran. “Kami sempat pacaran. Setelah itu, ketemu Melati lagi di pangkalan ojek di daerah Gadang,” kata Leo, saat diperiksa dihadapan penyidik. Menurut dia, Melati lalu diajaknya pulang. Di rumahnya, gadis yang masih duduk di bangku SMP ini diinapkan lebih dari seminggu. Selama di rumah Leo inilah, Melati dijadikan korban asusila setiap hari. “Sebenarnya suka sama suka,” terangnya terbata-bata.
Ironisnya, setelah itu, Leo justru menawarkan pacarnya itu kepada Abdurachman, temannya. Dia meminta rokok dan uang Rp 25.000 sebagai imbalannya. “Setelah menerima uang dan rokok, Melati saya berikan kepada Abdurachman,” tuturnya. Di rumah Abdurachman inilah, gadis yang tinggal di Druju, Sumbermanjing Wetan itu, disekap hingga tiga minggu. Bapak dua anak ini menambahkan, selama di rumahnya, melati, ia rawat seperti anaknya sendiri, dengan memberinya makan dan minum. Perbuatan itu dilakukan karena istrinya sedang bekerja sebagai TKW di Syria. Aksi ini terungkap saat Melati pulang dan diinterogasi orang tuanya. (big/mar)