Mulut Bau Alkohol, Tewas Bentur Aspal

RUSAK : Motor yang dikendarai Ismail disimpan di halaman Laka Lantas Polres Malang
 
MALANG– Senin (7/1) malam, menjadi hari terakhir bagi Mochammad Ismail, 32 tahun dalam hidupnya. Pemuda yang tinggal di Jalan Jaksa Agung Suprapto III Malang ini, tewas mengalami keelakaan di Jalan Letjen Sutoyo Malang. Motor Honda Revo, N 6674 BV yang dikendarainya bersama temannya, Joko Wahyudi, 37 tahun, warga Jalan DR Wahidin Dalam Malang, menabrak beton pembatas jalan. Ismail, panggilan korban, tewas seketika di lokasi kejadian sedangkan Joko menderita luka dan dirawat di RSSA Malang. Kanit Laka Lantas Polres Malang Kota, Ipda Ega Prayudi mengungkapkan, motor yang dikendarai Ismail dari arah Utara melaju dengan kecepatan cukup tinggi.
“Dari beberapa saksi mata yang diperiksa, korban mengendarai motornya tanpa mengenakan helm dan berulangkali menyalip kendaraan yang ada di depannya,” terangnya. Sampai di Tempat Kejadian Perkara (TKP) ini, tiba-tiba pemuda yang lahir tanggal 8 Oktober 1981 ini kehilangan kendali. Motor yang dikendarainya oleng beberapa kali hingga ke pembatas jalan. “Ketika itulah, motornya langsung menabrak beton pembatas jalan,” papar perwira muda tersebut. Bruak!! Motor pun roboh dan kembali ke tengah jalan. Sedangkan Ismail dan Joko terlempar cukup jauh dari motornya.
Kepada Malang Post, Ega menduga bila kepala Ismail terbentur aspal lebih dulu saat jatuh. Dugaan ini, menurutnya, dikuatkan dengan luka parah yang ada di bagian kepalanya. “Keluar darah dari mulut, hidung serta telinganya. Kepala bagian belakangnya juga robek,” ungkap dia. Sedangkan Joko masih selamat namun menderita luka-luka. Dia pun ditolong warga sekitar dibawa ke RSSA Malang. Ketika melakukan Olah TKP, anggota Laka Lantas mencium bau alkohol dari mulut Ismail. “Anggota kami juga memeriksa Joko di rumah sakit dan dia mengaku bila habis minum minuman keras,” ujarnya. Dalam kasus ini, Ismail dinyatakan sebagai tersangka, meski akhirnya dinyatakan gugur demi hukum karena dia meninggal dunia. (ira/mar)