Kakek Cangkul Cucu yang Tidur

SEL : Paring meringkuk di dalam sel setelah menganiaya cucunya.

NGAJUM- Paring, 65 tahun, warga Dusun/Desa Kesamben RT03 RW03 Ngajum, meringkuk di tahanan Polres Malang. Dia terbukti membunuh cucunya, yakni Widodo Wibisono, 30 tahun karena sakit hati di rumahnya. Menurut Kapolsek Ngajum, AKP Sri  Sugeng Waskito, menyatakan pelaku membunuh dengan cangkul. “Barang bukti berupa cangkul yang berlumuran darah dari lokasi kejadian, sudah kami amankan,“ katanya. Informasi yang berhasil dihimpun, kakek lima cucu ini membunuh korban pukul 06.30. Saat itu, usai pulang bekerja dari sawah yang digarapnya, melihat Widodo sedang asyik tertidur terlelap dengan posisi tengkurap di ruang tengah. “Tersangka langsung mencangkul korban sebanyak tiga kali hingga membuat Widodo tewas,“ papar Waskito, sapaan akrabnya. Usai melakukan aksinya, tersangka pun kalut. Setelah menyimpan cangkul ke belakang rumah, bapak tiga anak itu pergi ke Desa Kranggan dan menemui salah satu perangkat desa kenalannya.
“Saat itu dia meminta ke perangkat desa untuk diantarkan ke Polsek Ngajum dengan maksud menyerahkan diri, lantaran takut akan dihajar warga,“ jelas Waskito. Sesampainya di Polsek Ngajum, tersangka kemudia dititipkan ke tahanan Polres Malang, untuk menghindari kemungkinan amukan warga yang kesal terhadap tindakannya itu. Sementara itu, Paring dihadapan penyidik mengaku nekat membunuh Widodo, lantaran sakit hati dengan perilakunya selama ini. “Dia itu (Widodo), tak mempunyai pekerjaan tetap. Senangnya hanya minta uang kepada saya. Padahal saya ini sudah sangat tua untuk bekerja,” ucapnya.
Puncak kekesalan Paring, saat cucu angkatnya itu menyinggung persoalan surat tanah sekaligus rumah yang saat ini ditempati oleh keduanya. “Dia juga meminta surat tanah dan rumah yang kami tempati saat ini. Katanya sih untuk digadaikan ke bank. Tapi takutnya dia malah akan menjual nantinya,” tukasnya. Akibat tidakan yang dilakukannya itu, Paring diancam hukuman maksimal 20 tahun kurungan penjara. (big/mar)