Pesta Dextro, Pelajar SMP Tewas

DIRAWAT : Korban Torik saat dirawat dan belum sadarkan diri di RSSA Malang.

TUREN– Pesta obat-obatan keras jenis pil dextro di sebuah rumah di Desa Tumpukrenteng, Turen, Jumat (11/1) berakhir maut. Seorang ABG yang masih berstatus pelajar SMP swasta di Turen tewas akibat over dosis. Sedangkan satu korban lainnya kritis dan hingga kemarin belum sadarkan diri. Korban meninggal dunia adalah Jimmy Erik Candra, 14 tahun warga Desa Rembun, RT08 RW02, Dampit. Jenazahnya pagi kemarin dibawa pulang ke rumah duka setelah divisum di kamar jenazah RSSA Malang. Sedangkan korban yang masih kritis adalah Torik, 14 tahun, warga Desa Sedayu Turen. Dia dirawat di ruang rawat inap 26 RSSA Malang. Kasus ini langsung ditangani petugas reskrim Polsek Turen. Selain mengamankan teman korban yang menyediakan tempat untuk pesta, petugas juga masih mencari sisa barang bukti yang sudah dibuang.
“Kami masih menyelidiki kasusnya. Beberapa saksi masih kami mintai keterangan. Termasuk temannya yang menyediakan tempat dan memberi pil dextro itu masih kami mintai keterangan,” ungkap Kanitreskrim Polsek Turen, Iptu Sudarno. Dijelaskannya, pesta obat-obatan terlarang yang berujung maut ini, dilakukan sepulang sekolah. Jumat sekitar pukul 11.30, kedua korban bersama empat temannya, pergi ke rumah Doni, temannya yang tinggal di Desa Tumpukrenteng Turen. Mereka hendak pesta obat-obatan terlarang. “Rumah Doni dijadikan tempat karena saat siang kondisinya sepi. Ayahnya bekerja jualan bakso, sedangkan ibunya bekerja sebagai buruh di wilayah Malang,” ujar Sudarno. Tiba di rumah Doni, kedua korban ini langsung bersaing menenggak pil dextro. Masing-masing menenggak lebih dari 50 butir pil dextro. Sedangkan keempat temannya, memilih hanya sekadar menonton.
Tak lama setelah menenggak pil dextro itu, kedua korban langsung kelenger dan tak sadarkan diri. Karena khawatir sampai pukul 15.00 tak kunjung sadar, keempat temannya yang ketakutan lantas membawa kedua korban ke RS Bokor Turen. Meski sempat dirawat, namun nyawa Jimmy tidak tertolong. Sekitar pukul 20.00, dia mengembuskan nafas terakhirnya. Sedangkan Torik yang kondisinya makin kritis, langsung dirujuk ke RSSA Malang. Pihak RS Bokor Turen pun, lantas melaporkan kejadian itu ke petugas Polsek Turen. Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, pil dextro yang ditenggak oleh kedua korban tersebut atas pemberian Doni. Doni sendiri dalam pengakuannya, mendapat pil dextro itu dari seseorang bernama Sugeng, warga Sumbermanjing Wetan yang kini sedang diburu oleh petugas. “Ngakunya pil dextro itu diberi hari Senin lalu. Dia diberi sebanyak 5.000 butir. Sisa pil tersebut dibuang setelah mengetahui temannya sekarat. Dan saat ini kami masih mendalami kasusnya untuk menentukan siapa tersangkanya,” pungkas dia. (agp/mar)