Pengedar Pil Dextro Tertangkap

KEPANJEN- Satreskoba Polres Malang, kemarin siang langsung mengamankan dua tersangka yang mengedarkan pil dextro. Mereka yakni Doni Aringga, 19 tahun, warga Jalan Keramatan, Desa Tumpukrenteng, Turen dan Widjiono, 21 tahun, warga Desa Kedungbanteng, Sumbermanjing Wetan. Keduanya ditangkap, lantaran memasok pil itu kepada Jimmy Erik Candra, 14 tahun warga Desa Rembun, RT08 RW02, Dampit yang tewas setelah mengkonsumsi pil tersebut, Jumat (11/1) lalu. Dikatakan Kasatreskrim Polres Malang, AKP Pratolo Saktiawan, tersangka Widjiono diketahu sebagai pemasok pil dextro kepada Bayu Adi Purwanto, yang saat ini masih buron. “Dia mengaku mendapatkan pil dextro itu dari apotik tempatnya bekerja di Sidoarjo dengan mencurinya,“ terangnya. Sedangkan Doni Aringga, diketahui sebagai yang menyimpan pil itu, sekaligus teman sekolah Jimmy.
Diceritakan, saat itu sepulang sekolah. Jumat sekitar pukul 11.30,  Doni, Jimmy, Torik dan tiga orang lainnya pergi ke rumah Doni dengan niat lomba minum pil dextro. “Jimmy dan Torik, berlomba minum pill dextro. Siapa yang cepat meminumnya, bisa menjadi pacar dari salah seorang cewek dari Dampit,“ kata Doni dihadapan penyidik. Masing-masing menenggak lebih dari 50 butir pil dextro. Sedangkan keempat temannya, memilih hanya sekadar menonton. Tak lama setelah menenggak pil dextro itu, kedua korban langsung kelenger dan tak sadarkan diri.
“Jimmy dan Torik sudah tergeletak di dalam kamar saya,“ jelas Doni. Mengetahui hal itu, Doni berinisiatif bersama seorang teman lainnya, membawa kedua korban ke RS Bokor Turen, dengan menggunakan motor. Dihadapan penyidik, Doni mengaku mendapatkan pil dextro itu dari Bayu Adi Purwanto. Sedangkan Bayu sendiri, mendapatkan pill itu dari Widjiono yang sudah tertangkap terlebih dahulu. “Kami sudah mengetahu keberadaan Bayu. Anggota kami saat ini tengah melakukan pengejaran terhadapanya,“ kata Pratolo. (big/mar)