Awas! Penculik Anak Beroperasi

MALANG– Awas, pelaku penculikan kini mulai gentayangan. Tidak hanya anak kecil, anak baru gede (ABG) atau remaja juga menjadi sasaran pelaku. Sabtu (12/1) lalu, santri Pondok Pesantren Roudlotul Huffadz Kecamatan Kediri – Tabanan, Bali,  Refiko yang menjadi korbannya. Dia diculik beberapa orang saat mau membeli roti. Namun korban berhasil meloloskan diri dan kabur ke Malang, setelah memperdayai pelaku. Kemarin, remaja 14 tahun tersebut, dijemput oleh keluarganya didampingi tiga petugas Polres Tabanan. Dia dijemput di rumah saudaranya di Jalan Sidodadi , Singosari (belakang Pasar Singosari). “Alhamdulillah, anak saya sudah bersama kami. Sekarang sedang dalam perjalanan ke Bondowoso, ke tempat anak saya disekap,” ungkap Joko Mulyono, ayah Refiko kepada Malang Post.
Sekadar diketahui, Refiko ini diculik Sabtu pagi sekitar pukul 07.30 di pinggir Jalan Raya Denpasar, Gilimanuk. Penculikan terjadi ketika korban hendak membeli roti di swalayan. Ketika berjalan menuju toko swalayan, tiba-tiba korban dihampiri seorang laki-laki. Pria itu meminta korban untuk mengangkatkan kardus ke dalam mobil Suzuki APV. Saat mendekati mobil, pelaku lalu menyeret tubuh korban ke dalam mobil. Pelaku lalu mengeluarkan pisau mengancam korban untuk tidak berteriak. Di dalam mobil itu, korban lalu disekap. “Menurut anak saya, di dalam mobil itu juga ada dua gadis yang disekap di jok belakang. Namun siapa dua gadis itu, masih belum tahu. Dan anak saya sempat tak sadarkan setelah diberi air mineral,” kata Joko Mulyono.
Setelah dibawa putar-putar, korban lalu dibawa ke sebuah gudang kosong di wilayah Bondowoso. Saat di gudang inilah korban berhasil meloloskan diri. Itu setelah Refiko berhasil mengelabuhi penjaga. Korban saat itu berpura-pura untuk buang air kecil di kamar mandi. Ketika melihat pelakunya lengah, korban lalu kabur lewat ventilasi jendela.
Begitu berhasil kabur, korban lalu berjalan menyusuri sawah sejauh sekitar satu kilometer, hingga menemukan jalan raya. Selanjutnya dia naik bus Akas tujuan Denpasar – Malang. Setiba di Malang, korban turun di Singosari dan menuju rumah saudaranya.  “Ketika di rumah saudara saya itulah, Refiko lantas menghubungi saya den memberitahukan penculikan yang dialaminya itu,” terangnya. Mendapat kabar itu, kemudian Joko melapor ke Polres Tabanan. Selanjutnya, Minggu malam sekitar pukul 19.30, bersama tiga anggota Polres Tabanan datang ke Malang untuk menjemput anaknya. Sekaligus melacak gudang di Bondowoso yang dijadikan tempat penyekapan. (agp/mar)