Kapolsek Pakisaji Siap Melawan

DINGIN : Kapolsek Pakisaji, AKP Ni Nyoman Sri Erfiandari ketika bersama Widowati.

MALANG– Kapolsek Pakisaji, AKP Ni Nyoman Sri Erfiandari menanggapi dingin ancaman praperadilan dari kuasa hukum tersangka kasus penggelapan di PT. Padma Tirta Wisesa, Desa Karangpandan, Pakisaji, H. Joko Supriyono, SH. CN. Mhum. Polwan yang satu-satunya menjabat kapolsek di jajaran Polres Malang itu, menyatakan siap melawan. Kepada Malang Post, mantan Kapolsek Gedangan tersebut mengaku masih mengkoordinasikan langkah tersebut ke Kapolres Malang, AKBP Adi Derian Jayamarta. ”Saya akan berikan hak jawab setelah saya bertemu Kapolres Malang dan Kasatreskrim besok (hari ini),” terangnya.  Nyoman, panggilanya  menambahkan, laporan ke Polres Malang akan segera dibuat setelah dia cukup mendapatkan bukti-bukti. Salah satunya adalah bukti surat kuasa dari pihak PT. Padma Tirta Wisesa yang diberikan kepada Ferry Nofandi, General Manager perusahaan itu.
Dia juga menjelaskan, laporan pengaduan tentang pemalsuan dan pemerasan itu dilakukan Joko tanpa sepengetahuan Widowati dan Tjandra Ferdian, bekas karyawan PT. Padma Tirta Wisesa sebagai kliennya.  “Saya sudah menghubungi Widowati dan Tjandra, mereka mengatakan tidak pernah membuat pengaduan seperti itu. Bahkan, Tjandra sempat marah setelah mengetahui tentang pengaduan yang dibuat itu. Sebab, sejak Tjandra ditahan dulu, dia sudah mencabut surat kuasa yang diberikan kepada Joko. Dia juga akan memberikan hak jawab serta klarifikasi langsung ke media,” papar dia. Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah membenarkan adanya surat pengaduan yang dimasukkan Joko. Pihaknya mengaku masih belum menemukan bukti adanya dugaan pemalsuan yang dilakukan Ferry Nofandi.
“Surat pengaduan itu sedang kami pelajari. Kami tetap memanggil resmi beberapa saksi, yaitu Widowati, Ferry dan Tjandra untuk dimintai keterangan,” tegas mantan Kasatreskrim Polres Batu itu.
Di sisi lain, Joko juga membuktikan ucapannya yang akan mempraperadilankan Nyoman. Kemarin, melalui anak buahnya, Eddy Hartanto SH, dia melayangkan gugatan praperadilan tersebut ke Pengadilan Negeri Kabupaten Malang. Di gugatan itu, juga tertulis untuk menuntut penghentian penyidikan perkara yang dialamatkan kepada Widowati. ”Saya tambah gugat ganti rugi sebesar Rp 1 saja kepada Kapolsek Pakisaji sekaligus meminta maaf kepada masyarakat melalui media,” terangnya. Sedangkan anggota Humas PN Kabupaten Malang, Budiharso SH menyatakan bahwa panitera telah menerima gugatan yang dilakukan oleh Joko dengan nomor 01/PIDRA/2013/PN KP. ”Sidang belum ditentukan kapan karena laporan baru masuk hari ini (kemarin) termasuk siapa hakimnya,” ucap Budiharso. (agp/big/mar)