Demo Anti Mafia Hukum, Ditendang Penegak Hukum

TENDANG :  seorang pegawai Kejari Kota Malang ikut menendang pendemo yang diamankan.
MALANG– Unjuk rasa anti mafia hukum yang dilakukan Komite Mahasiswa AntiMafia Hukum (KoMMAH) di halaman Gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang kemarin, ricuh. Pasalnya, para pejabat Kejari Kota Malang yang hendak menemui para pendemo, kalang kabut lari ke dalam gedung setelah dilempar telor busuk dan tomat oleh para pendemo. Massa langsung emosi saat melihat mereka juga gagal bertemu dengan Kajari Kota Malang, Wenny Gustiati SH. Puluhan anggota polisi pun berusaha menenangkan massa. Massa yang semakin emosi langsung dihalau keluar pelataran Kejari. Beberapa orang yang dianggap provokator diamankan. Salah satu pendemo sempat ditendang oleh seorang pegawai kejaksaan meski sudah diamankan oleh polisi. ”Kami menuntut Kajari memberantas mafia kasus di Kejari. Kasus raksasa yang ditangani Kejari harus segera diselesaikan," kata Korlap demo, Wawan Eka.
Termasuk salah satunya dugaan korupsi lahan kampus II UIN Maliki di Junrejo, Kota Batu. “Jika Kejari sudah tidak mampu menidak lanjuti fakta yang ada, sebaiknya kasus ini diserahkan saja pada KPK atau Kejati Jawa Timur,” kata Koordinator Hubungan Masyarakat HMI UIN Maliki Malang, In’amul Mushoffa.  Pernyataan serupa juga disebutkan oleh Koordinator Badan Pekerja MCW, Didit Soleh. Menurutnya kinerja Kejari Kota Malang dalam satu tahun terakhir sangat buruk. “Ada banyak kasus yang tak jelas ujung pangkalnya sepanjang tahun 2012. Tak ada progress yang bisa disampaikan kepada publik, termasuk kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Kampus UIN itu. Sementara publik juga berhak tahu perkembangan kasus itu,” paparnya seusai aksi. (pit/mar)