Depresi, Nenek Akhiri Hidupnya

PAKIS - Diduga karena depresi seorang nenek di Desa Bunut Wetan, RT06 RW05, Pakis nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, petang kemarin. Korban diketahui bernama Sunarsih, 68 tahun, warga sekitar.
Diperkirakan korban nekat menempuh aksi tersebut, karena selain depresi lantaran hidup sebatang kara, juga tak kuat dengan penyakit yang dialaminya. Namun untuk memastikan kematian sebenarnya, jenazahnya semalam dimintakan visum di kamar mayat RSSA Malang.
"Kami memintakan visum karena supaya tidak ada presepsi buruk di masyarakat sekitar. Sebab selama ini korban tinggal di rumah sendirian," ungkap Kapolsek Pakis, AKP Gatot Setiawan.
Peristiwa yang menggemparkan warga itu terjadi sekitar pukul 16.00. Kali pertama yang mengetahui korban tewas tergantung adalah cucunya, Wawan Setiawan, 23 tahun, warga sekitar yang rumahnya tak jauh dari rumah korban.
Informasinya, sore itu korban yang baru jalan-jalan mampir ke rumah neneknya. Sedianya saat itu Wawan berniat mau numpang untuk salat Ashar. Semula ketika masuk saksi tidak curiga, meski berulang kali memanggil neneknya tidak ada jawaban.
Baru ketika saksi masuk ke dalam, dia kaget dan langsung berteriak histeris begitu melihat tubuh neneknya tergantung di pintu kamar dengan seutas tali rafia yang menjerat di leher. Warga sekitar yang mendengar lalu berdatangan untuk memastikan apa yang terjadi.
Setelah mengetahui korban bunuh diri dan menganggap kematian korban tidak wajar, warga lalu melaporkannya ke petugas Polsek Pakis. "Dari hasil evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) sama sekali tidak ada bekas tanda-tanda kekerasan," ujar Gatot Setiawan.(agp/aim)