KoMMAH Bentuk TPF, Laporkan Kekerasan ke Polisi

MALANG – Komite Mahasiswa Anti Mafia Hukum (KoMMAH) bertindak cepat dengan membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) buntut aksi kekerasan yang diterima mereka saat unjuk rasa di Kejaksaan Negeri Kota Malang Senin (14/1) lalu. Tercatat 4 peserta aksi mengalami luka yang cukup parah di beberapa bagian tubuh mereka usai berunjuk rasa menuntut kejelasan sejumlah kasus korupsi yang sedang diusut Kejaksaan Negeri Kota Malang sepanjang tahun 2012. KoMMAH pun akan melaporkan kekerasan ini ke Polres Malang Kota.
“Aksi Senin kemarin itu adalah aksi dengan korban yang paling parah sepanjang KoMMAH berunjuk rasa. Perlakuan yang dialami empat kawan kami sangat tidak manusiawi. Karena itu kali ini kami membentuk TPF untuk menemukan oknum pelaku dan melaporkannya kepada pihak berwenang,” kata Koordinator Aksi KoMMAH Sahmawi pada Malang Post kemarin.
Empat korban saat aksi tersebut yaitu Asdin, Eka Wawan yang juga sebagai korlap dan Sofyan ketiganya dari IKIP Budi Utomo dan Dayat Universitas Tribhuana Tunggadewi. Perlakuan terparah menurutnya dialami Asdin dengan luka di bagian kepala. Menurut pemaparan Asdin kepada Sahmawi, Asdin diseret ke dalam kantor Kejaksaan dari halaman kemudian di dalam kantor ada seseorang dengan baju hitam yang memukul dan menusuk kepala Asdin dengan paying.
“Akibatnya lukanya cukup parah di bagian kepala. Itu yang membuat kami membentuk TPF dan berancang-ancang melaporkan ke kepolisian,” bebernya.
TPF yang dibentuk menurutnya akan bekerja selama tiga hari ke depan dengan mengumpulkan bukti saat aksi terjadi. Mulai dari kesaksian peserta aksi sampai berbagai foto, berita dan gambar yang muncul di berbagai media cetak hingga rekaman video yang dimiliki peserta aksi sendiri. Hasil dari TPF tersebut akan menentukan rencana pelaporan yang akan dilakukan KoMMAH kepada kepolisian.
“Setelah tiga hari nanti jika ketahuan hasilnya, siapa yang menganiaya peserta aksi, maka akan kami laporkan ke kepolisian. Apakah dia oknum dari kepolosian, kejaksaan atau oknum di luar instansi tersebut. Jika hasil TPF menyebut jelas siapa dia maka akan kami laporkan ke kepolisian,” tandasnya. (pit/lim)