Istri Butuh Obat, Suami Bobol Warung

BARANG BUKTI : Fandi membawa barang-barang yang dicurinya.

Kantor Desa Diobok-Obok
MALANG- Berdalih butuh uang untuk menebus obat istrinya, Fandi, Warga Jalan Kawi, Desa Talangagung, Kepanjennekat melakukan tindak kriminalitas. Pria berusia 37 tahun ini, menguras isi warung milik Djoyo Santoso, 66 tahun, warga Desa Bumirejo RT04 RW12, Wonosari. Akibat perbuatannya itu, dia meringkuk di balik sel Mapolsek Kepanjen, sejak siang kemarin. Dia ditangkap setelah petugas mendapat bukti kejahatannya.. Sebagai barang buktinya, petugas mengamankan LCD Polytron, tape compo merek Sony, sound merek Simbada, kipas angin, dan kompor serta gasnya. “Semua barang buktinya, sudah kami amankan,” ujar Kapolsek Kepanjen, Kompol Suyoto kepada wartawan kemarin. Diketahui, aksi pencurian yang dilakukan Fandi sendiri, dilakukannya sebanyak dua kali. Aksi pertamanya, dilakukan pada hari Jumat (11/1) pekan lalu. Saat itu, tersangka sudah mengetahui warung yang tereletak didekat rumahnya itu sudah ditinggalkan pemiliknya hampir sepekan.
“Pertama kali, saya mengambil kompor beserta gas 3  kg, Tape, dan Kipas angin,“ katanya dihadapan penyidik yang memeriksanya kemarin. Aksi keduanya, dilakukan pada hari Selasa (15/1) yang menggasak LCD bermerek Polytron dan sound bermerek Simbada. Akan tetapi apes menimpa dirinya saat itu, yang kepergok oleh polisi saat menjalankan aksinya. Dia pun terpaksa digelandang ke Mapolsek Kepanjen, sebagai konsekuensi tindakan yang dilakukan bapak dua anak ini. “Jadi kami mengamankan barang bukti itu di dua tempat. Pertama saat dia kepergok oleh anggota kami saat menjalankan aksinya. Dan juga diamankan barang bukti lainnya, di rumah tersangka,“ beber Suyoto. Sementara itu, dia mengaku nekat melakukan tindak pidana pencurian, lantaran butuh uang untuk pengobatan istrinya. “Rencananya semua barang itu akan saya jual untuk beli obat istri saya yang sakit paru-paru,“ sesal Fandi.    
Sementara itu, Kantor Desa Bunut Wetan, Pakis, kemarin menjadi sasaran pencurian. Satu set komputer serta beberapa surat penting yang ada di dalam ruang Kades Bukhori, dibawa kabur kawanan pencuri. Pelaku sendiri diduga lebih dari dua orang. Kasus pencurian itu sendiri, kini sedang ditangani penyidik unit Reskrim Polsek Pakis. Petugas masih menyelidiki pelakunya dengan memintai keterangan beberapa saksi. “Masih tahap penyelidikan. Yang jelas pelakunya lebih dari dua orang,” ungkap Kapolsek Pakis, AKP Gatot Setiawan. Pencurian tersebut diketahui pagi hari sekitar pukul 07.00. Kali pertama yang mengetahui adalah Rohani, 38 tahun, pegawai kebersihan. Pagi itu saksi berniat mau membersihkan seluruh ruangan, sebelum digunakan aktivitas kerja. Ketika membuka pintu dan masuk, saksi melihat pintu ruang tengah lepas dan bersandar di dinding. Kaca jendela ruang Kades pun juga lepas. Karena ada yang tidak beres, saksi lalu menghubungi kades.
Mendapat laporan itu, bersama perangkat desa lainnya Kades langsung datang ke lokasi untuk mengecek. Ketika dicek di dalam ruangan, diketahui kalau satu set kompter hilang. Selain itu, dari empat laci yang ada satu laci yang digunakan untuk menyimpan surat-surat penting rusak. Beberapa surat lainnya juga dinyatakan hilang. Dugaannya, pelaku yang diduga lebih dari dua orang ini masih melalui jendela belakang yang terlebih dahulu dilepas. Baru setelah itu pelaku merusak pintu tengah. Setelah pintu tengah berhasil di lepas, untuk masuk ke ruang Kades pelaku merusak jendela. Dan begitu berhasil mendapat barang jarahan pelaku kabur lewat jalan semula. (big/agp/mar)