Masih ABG, Rampas Motor

TERTANGKAP : Setelah melakukan perampasan motor, Galih Prasetyo dibekuk polisi.

KEPANJEN- Kasus ini menjadi pelajaran untuk semua orang tua supaya lebih mengawasi anaknya, kalau tidak ingin berurusan dengan polisi. Galih Prasetyo, 16 tahun, warga Jalan Sawunggaling RT03 RW04, Desa/Kecamatan Kepanjen, Selasa (15/1) malam, dibekuk anggota unit reskrim Polsek Kepanjen di rumahnya. Dia dilaporkan melakukan perampasan motor Suzuki Satria FU, N 3199 DT milik Sigit alias Sinyo, 16 tahun, temannya yang tinggal di Jalan Hasanudin Rt03 RW03, Penarukan, Kepanjen, Minggu (13/1) lalu. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ABG tersebut meringkuk di sel Mapolsek Kepanjen. Dalam kasus ini, polisi juga menyita barang bukti milik korban berupa, motor, BlackBerry, jaket kulit dan dompet.
Menurut Kapolsek Kepanjen, Kompol Suyoto, pihaknya masih memeriksa tersangka secara intensif, meskipun masih berusia dibawah 18 tahun. ”Tetap kami periksa secara intensif. Siapa tahu dia juga terlibat dalam tindak kejahatan lainnya,” terangnya. Dijelaskan dia, awal mula, Galih, sapaan sehari-hari tersangka mengajak korban untuk jalan-jalan ke Plasa Dieng, kota Malang. Sigit yang tidak curiga dengan ajakan ini, menuruti kemauan temannya itu. Apalagi, di Plasa Dieng, bisa bertemu dengan pacarnya. ”Korban sebenarnya sempat curiga ada yang tidak beres ketika motor lewat wilayah Wagir. Di salah satu tempat sepi, tersangka minta turun. Tapi ditolak oleh korban. Mereka lalu meneruskan perjalanan hingga ke Plasa Dieng,” urai mantan Kapolsekta Lowokwaru itu.
Setelah berjalan-jalan di sana, Galih dan Sigit kembali lagi ke Kepanjen, malam harinya. Tak disadari korban, tersangka memiliki niat buruk kepadanya. Begitu motor tiba di Jalan Welirang, Sigit dipukul hingga terjatuh dari motornya. Dia lantas meminta dompet, BlackBerry dan beberapa barang milik korban. Selanjutnya, dia kabur.  ”Hasil pelacakan kami, dia kembali lagi ke kota Malang dan tinggal di rumah teman-temannya yang ada di sana,” ungkap Suyoto. Namun, Selasa kemarin, Galih yang tidak memiliki rasa takut itu, pulang ke rumahnya. Kedatangannya ini, nampaknya tercium petugas.
Beberapa anggota reskriom Polsek Kepanjen pun menggerebek rumahnya. Dia tidak bisa berkutik ketika polisi masuk ke rumahnya. Dia juga tidak bisa mengelak ketika petugas juga menemukan barang bukti. Saat itu juga, Galih dibawa ke Mapolsek Kepanjen. Ketika diperiksa penyidik, Galih mengatakan sengaja melakukan perbuatan tersebut karena ingin memiliki motor tersebut. “Saya tak punya niatan untuk menjualnya. Saya hanya ingin punya motor dan BlackBerry yang dimiliki Sigit. Saya tak mampu membelinya,” ungkap Galih dengan penuh penyesalan. (big/mar)