Anak Berulah, Ibu Dipenjara

SINGOSARI – Karena ulah anak kandungnya, seorang ibu warga Perum Karanglo Indah, Desa Tunjungtirto Singosari, harus berurusan dengan polisi. Sri Rahayu, 60 tahun pensiunan guru ini, Rabu lalu diamankan petugas Reskrim Polsek Singosari, karena dituduh telah menggelapkan uang milik Mochammad Alamsyah, 36 tahun, warga Dusun Sanan, Desa Watu Gede, Singosari.
Tuduhan penipuan dan penggelapan tersebut, setelah dia dijebak oleh Agung Bakti, 30 tahun, anak kandungnya. Sementara Agung Bakti sendiri, sekarang sedang buron karena kasus penggelapan mobil.
Kapolsek Singosari, AKP Arif Eko Prasetyo, membenarkan telah mengamankan Sri Rahayu terkait kasus tersebut. Dan karena wanita, usai diperiksa penahanan Sri Rahayu dititipkan di Mapolres Malang. “Yang bersangkutan sudah kami amankan dan dijadikan tersangka. Dan untuk anaknya Agung, kini masih kami buru,” ujarnya.
Informasi yang diperoleh, tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dituduhkan kepada Sri Rahayu ini, bermula dari kasus penggelapan mobil Avanza N 1012 GM milik Alamsyah, yang digelapkan oleh Agung Bakti. Agung sendiri menggelapkan mobil itu pada September 2012 lalu.
Kisahnya, pada September 2012 lalu Agung meminjam mobil pada Alamsyah, dengan alasan untuk keperluan penting. Karena kenal dan tidak curiga, Alamsyah pun menyerahkan mobil Avanza miliknya pada Agung.
Tetapi sampai beberapa bulan, mobil tidak kunjung dikembalikan. Malahan, pada akhir Desember 2012 lalu Agung menyuruh ibunya Sri Rahayu untuk meminta uang kepada Alamsyah sebesar Rp 22 juta. Uang tersebut dikatakan untuk menebus mobil.
Lantaran Alamsyah berharap mobilnya bisa kembali, kemudian pada 7 Januari lalu dia menyerahkan uang yang diminta kepada Sri. Sri sendiri, begitu mendapat uang dari Alamsyah, seketika menemui anaknya Agung di Jalan Kemirahan Malang. Tujuannya untuk menyerahkan uang sekaligus mengambil mobil milik Alamsyah.
Tetapi Agung, justru tidak mau menemui. Agung menyuruh seseorang untuk mengambil uang pada ibunya tanpa membawa mobil. Agung sendiri hanya berkomunikasi lewat telepon dan menyuruh ibunya untuk menunggu mobil Avanza. Akan tetapi sampai sejam ditunggu, tidak kunjung datang. Malahan, Agung kembali menghubungi ibunya dan menyuruh pulang dengan naik taksi. Keesokan harinya (8/1), Alamsyah mendatangi Sri Rahayu bermaksud untuk mengambil mobilnya. Tetapi mobilnya justru tidak ada. Karena merasa kesal dan tertipu, akhirnya saat itu juga Alamsyah melaporkan Sri ke Mapolsek Singosari, hingga akhirnya dia ditangkap. (agp/mar)