Praperadilan Jalan Terus, Kapolsek Bungkam

Edi Hartanto

MALANG- Kasus penggelapan barang yang menimpa perusahaan PT Padma Tirta Wisesa bertempat di Desa Karangpandan, Pakisaji terus berlanjut. H. Joko Supriyono, SH. CN. Mhum dan Edi Hartanto SH, kuasa hukum Widowati, sudah melakukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen pekan lalu terhadap Kapolsek Pakisaji, AKP Ni Nyoman Sri Erfiandari. Menindak lanjuti gugatan itu, PN Kepanjen berencana melakukan sidang perdana praperadilan pada hari Selasa, 29 Januari mendatang. “Kami sudah siap untuk melakukan sidang perdana praperadilan. Surat pemanggilan sidangnya pun, sudah kami terima yang dikirimkan melalui PN Kota Malang,“ ucap Edi, kepada Malang Post kemarin.
Hanya saja, menjelang sidang praperadilan perdana itu, Edi masih berbaik hati sekaligus berharap masalah ini segera selesai dan tidak sampai dibawa ke meja hijau. Yakni dengan menunggu itikad baik dari Kapolsek Pakisaji, untuk menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap Widowati, kliennya. “Dari dulu kami hanya meminta dikeluarkannya SP3 untuk Widowati. SP3 keluar, masalah selesai. Kami akan mencabut gugatan itu dari pengadilan,” jelas Edi. Dia menambahkan, SP3 mutlak dikeluarkan karena sudah ada pencabutan laporan dari Baharudin, terhadap kliennya pada 17 Desember tahun lalu.
“Pada tanggal yang sama, Feri juga membuat surat keterangan bahwa kasus yang melibatkan perusahaan dengan Widowati dan Chandra, telah selesai. Karena masalah itu adalah perdata, bukan pidana,” beber Edi. Namun, bila Nyoman tetap bersih keras tak mengeluarkan SP3, maka Edi pun tak segan akan melanjutkan perkara itu ke pengadilan. Sementara itu, ketika Malang Post mencoba menghubungi Nyoman, kapolsek tersebut tetap bungkam. (big/mar)