Ngaku Perjaka, Menikah, Telantarkan Anak

MALANG– Tak puas melaporkan suaminya ke Polres Tulungagung dengan tuduhan pemalsuan identitas, Fidya Indrawati, 30 tahun, warga Jalan LA Sucipto Gg 21 Malang, kemarin giliran melapor ke Polres Malang Kota. Dia kembali mengadukan suaminya, Sahrial, 28 tahun, dengan tuduhan penelantaran anak. “Sebetulnya tadi mau melapor, tetapi karena penyidik UPPA tidak ada akhirnya hanya diminta membuat pengaduan dulu. Baru besok Senin (hari ini, red) diminta datang lagi untuk membuat laporan,” ungkap Fidya. Menurutnya, sebelum Sahrial menelantarkan dirinya serta kedua anaknya, awalnya hubungan rumah tangga mereka baik-baik saja. Sejak menikah tanggal 19 Februari 2009 lalu, sama sekali tidak ada kendala apa-apa.
Namun keretakan bahtera rumah tangga itu retak sejak 22 Juni 2012 lalu. Saat itu, Sahrial pulang dari bekerja. Namun enam jam ada di rumah, Sahrial lalu buru-buru pamit pergi. Pamitnya hendak berangkat kerja pemasangan CCTV di Jakarta.
Karena tidak biasanya suaminya bersikap seperti itu, tak lama setelah Sahrial berangkat, Fidya lalu mencoba menghubungi lewat telepon. Beberapa kali ditelpon sama sekali tidak ada respons. “Baru ketika dijawab, ternyata yang menerima wanita dan mengaku istri suami saya yang tinggal di Waru, Sidoarjo,” ujar Fidya. Seketika hatinya pun hancur. Dia lalu berusaha untuk mencari fakta yang sebenarnya. Setelah diselidiki, ternyata Sahrial yang sebelumnya mengaku asal Palembang dan di KTP-nya sebelum menikahi Fidya berstatus perjaka, adalah warga Jalan Mastrip, Boyolangu Beji, Tulungagung. Dia merupakan suami sah Ariyanti Septi Handayani.
“Saya mengetahui itu setelah mengecek di KUA Boyolangu,” katanya. Mengetahui hal itu, Fidya dan keluarganya berusaha untuk menyelesaikan secara kekeluargaan. Pada 23 Agustus 2012 mendatangi rumah keluarga Sahrial untuk menyelesaikan masalah. “Tetapi saya malah dihina oleh orangtua Sahrial, dengan mengatakan saya minta uang,” terangnya.
Karena tidak terima telah dilecehkan dan tertipu itu, pada 12 September 2012, Fidya melaporkan suaminya ke Polres Tulungagung dengan tuduhan pemalsuan identitas. Perkara itupun ditangani dan Sahrial pun ditahan. Tetapi dalam persidangan Sahrial divonis ringan, dan baru bebas dua minggu lalu. Saat mendengar Sahrial bebas, Fidya lalu berusaha menghubunginya lewat telepon dengan maksud meminta pertanggungjawaban. Termasuk menafkahi kedua anaknya. Tetapi karena malah dihina dan dilecehkan, Fidya mengadu ke Polres Malang Kota. “Saya berharap ada keadilan,” katanya. (agp/mar)