Jambret Vs Polisi, 2 – 0

MALANG– Hanya dalam waktu satu minggu, penjahat jalanan kembali beraksi. Akhir pekan kemarin, dua penjambret melancarkan ’serangannya’ kepada Yasti, 78 tahun, warga Jalan Kemantren Gang I Malang. Kalung emas seberat 7 gram yang dipakainya, berhasil ditarik dan dibawa kabur ketika korban berada di depan rumahnya. Beruntung, Yasti tidak mengalami luka. Kasusnya sendiri, dilaporkan ke Mapolsekta Sukun. Kepada petugas, dia mengaku menderita kerugian hingga Rp 3,5 juta. Sayangnya, dalam pemeriksaan, dia tidak bergitu hapal ketika ditanya ciri-ciri pelakunya. “Saya tidak hafal ciri-ciri pelakunya seperti apa. Kejadiannya begitu cepat,” tutur korban ke petugas Polsekta Sukun.
Informasi yang dihimpun Malang Post, peristiwa yang dialami korban ini terjadi sekitar pukul 12.00. Dia baru saja membeli pakan ayam di toko yang tidak jauh dari rumahnya. Saat sampai di depan rumahnta, tiba-tiba ada dua orang pelaku berboncengan sepeda motor mendekat. Menurut Yasti, satu pelaku turun dan mendekatinya. Setelah itu, tanpa banyak kata, kalung emas yang dipakainya dibetot. Berhasil mendapatkan kalung, penjambret langsung meloncat ke atas motor yang dalam kondisi nyala. Selanjutnya, mereka kabur ke arah Barat. ”Saya sudah berteriak minta tolong kepada warga. Tapi pelakunya sudah jauh,” ungkapnya kepada petugas.  
Aksi penjambretan itu tidak hanya sekali ini. Sebelumnya, Senin (14/1), dua orang mengendarai motor Kawasaki Ninja warna hijau, beraksi di Jalan Alpaka Malang. Mereka menjambret kalung emas seberat 30 gram milik Trif Suryati, warga sekitar. Wanita berusia 58 tahun ini menjadi sasaran aksi pelaku jambret saat berada di depan toko miliknya. Akibat kejadian itu, korban mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta. Ketika itu, korban yang sedang menyapu di depan tokonya, didatangi seorang laki-laki yang berpura-pura hendak membeli sesuatu. Begitu dekat, pelaku menarik kalung emas yang dipakainya dan kabur bersama temannya yang sudah siaga di atas motor.
Di bagian lain, perampok bersenjata api (senpi) membuat geger Pasar Cangkring, Kecamatan Ponggok, Blitar, kemarin. Toko Mas Rama yang baru buka menjadi sasaran. Sebelum menjarah 20 kg perhiasan emas dan uang Rp 12 juta, perampok terlebih dulu menembak paha seorang karyawan toko. Akibat aksi perampokan tersebut, toko milik Puji Rahayu, 53 tahun mengalami kerugian sekitar Rp 5 miliar. Sedangkan karyawan toko yang mengalami luka tembak di paha bernama Yusuf Sutanil Kasan, 20 tahun. Aksi perampokan ini sendiri terjadi sekitar pukul 07.10. Dua orang pelaku berperawakan tegap mendatangi Toko Emas Rama, yang akan membuka lapaknya. Seorang dengan mengenakan topi, jaket hijau, dan celana pendek langsung menembakkan senjata api ke arah paha belakang Yusuf, dan merebut dua tas berisi perhiasan. (agp/dk/mar)