Pengeroyok ’Dukun Santet’ Dibekuk

TERTANGKAP : Kholil dan Arifin akhirnya tertangkap setelah buron.
 
KEPANJEN- Masih ingat kejadian tewasnya Miswan, warga Desa Wonoayu, Wajak, bulan Mei tahun lalu? Pria berusia 55 tahun itu merenggang nyawa setelah dikeroyok masa, menyusul isu bahwa korban merupakan dukun santet. Sebelumnya Pores Malang sudah menangkap total empat tersangka mengenai kasus itu. Kemarin, Satreskrim Polres Malang kembali menangkap dua pelaku yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Yakni M Kholil, 46 tahun dan Arifin 32 tahun. Keduanya warga Desa Sumberputih, Wajak. “Mereka dijerat dengan pasal berlapis. Yakni Pasal 170 KUHP sub Pasal 340 KUHP dan Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang tindak pidana pengeroyokan dan pembunuhan secara berencana,” ucap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah.
Kepada penyidik yang memeriksanya, Kholil mengaku hanya kebagian mengubur jenazah korban pada tengah malam. Mayat Miswan digotong dari depan rumah Aswar, dengan melintasi jalan tembusan untuk menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang berjarak sekitar 100 meter. “Saya ini hanya bagian mengubur saja. Selain saya, juga masih ada banyak lagi yang bagian mengubur. Tapi untuk tepatnya siapa saja yang ikut mengubur, saya tidak hafal satu per satu,” kata Kholil. Dia menambahkan, selama buron bapak satu anak ini kabur berpindah pindah, dari satu wilayah ke wilayah lainya.
“Saya juga merasa takut setelah melakukan penguburan itu. Saya takut ditangkap polisi juga. Untuk itu selama ini saya tinggalnya berpindah-pindah ke rumah saudara. Kadang di Sumbermanjing, kadang di Turen,” paparnya. Sedangkan Arifin, kepada penyidik mengaku ikut memukul korban saat terjadinya pengeroyokan. Namun dia berkilah, bukan dirinya yang menjadi penyebab kematian korban. Lantas menurut bapak dua anak ini, pukulan yang dilakukannya itu tak keras. “Saya hanya mukul menggunakan kayu yang kecil, itupun tak keras. Saat itu banyak orang yang ikut memukul maupun meroyok Miswan,” tandasnya. (big/mar)