Truk Fuso Over Muatan 5 Ton

PETUGAS Laka Lantas Polres Malang Kota yang menangani kecelakaan ini, langsung gerak cepat. Setelah mengevakuasi korban dan kendaraan, petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa saksi-saksi.
Meski sampai sore kemarin, masih belum ditentukan siapa yang menjadi tersangka dalam kecelakaan itu. Polisi masih dalam penyelidikan, sekalipun petugas sudah menyimpulkan penyebab dari kecelakaan tersebut. Dari hasil olah TKP diketahui, penyebab kecelakaan itu adalah truk Fuso.
‘’Kami masih menyelidikinya. Namun dari kesimpulan, penyebabnya memang sopir truk Fuso itu. Tetapi ini masih belum kami tetapkan sebagai tersangka. Kasusnya masih diselidiki dan saksi-saksi masih diperiksa,’’ ungkap Kanitlaka Polres Malang Kota, Ipda Ega Prayudi.
Lantas apa yang menyebabkan rem blong? Dari penyelidikan sementara dikarena truk tersebut kelebihan muatan. ‘’Ada kelebihan sekitar 4 – 5 ton. Itu yang mungkin menjadikan rem truk blong,’’ ungkap petugas.
Sementara itu, Suwono sopir truk mengatakan, barang-barang yang dimuat di truknya, adalah barang paketan dari ekspedisi Paku Wojo – Jakarta. Barang-barang seperti benang, makanan kaleng dan helm itu, semuanya akan dikirim ke beberapa tempat di wilayah Malang.
Suwono sendiri, berangkat dari Jakarta Jumat (18/1) lalu. Kemudian sampai Malang pada Minggu (20/1) lalu. Sebelum dikirim, dia pulang ke rumahnya untuk istirahat. Baru pagi kemarin, bersama keneknya dia mengirim barang. ‘’Kali pertama tujuan saya saat itu adalah pabrik benang di wilayah Janti,’’ kata Suwono.
Sementara itu, kematian korban Yunus Sulaiman ini sendiri, selain membawa duka bagi keluarganya, juga teman-teman kerjanya. Beberapa teman kerjanya tak kuasa menahan tangis ketika melihat kondisi temannya tewas mengenaskan di kamar jenazah RSSA Malang.
Mereka sama sekali tidak menyangka kalau Yunus yang dikenal sangat baik dan suka bergurau itu meninggal dengan cara tragis. ‘’Dia itu teman baik saya. Bahkan sudah seperti saudara sendiri. Setiap harinya ketika kerja, siangnya selalu mampir ke rumah untuk salat dan makan. Ibadahnya sangat tekun, meski usianya sekarang ini belum mendapatkan jodoh. Anak saya yang kecil usia 2 tahun, sampai begitu dekatnya karena kebaikannya itu,” terang Hajir, 32 tahun, teman korban yang dibenarkan oleh M Yazid, teman lainnya.
‘’Selain baik saat bekerja, dia juga sangat bersungguh-sungguh. Bahkan, dia sempat mau diangkat menjadi Production Agronomis (PA), tidak mau dengan alasan belum waktunya dan tetap menjadi Kordes,” sambungnya. (agp/avi)