Fuso vs Truk, Pengendara Motor Tewas

MALANG – Kecelakaan beruntun melibatkan dua motor dan dua truk, kemarin pagi terjadi di simpang empat Jalan Panglima Sudirman Malang (depan Yon Bek Ang).
Seorang pengendara motor, tewas mengenaskan dalam kejadian tersebut.  Yunus Sulaiman, warga Jalan Raya Kendalpayak 2, RT03 RW03 Pakisaji, tubuhnya tertimpa truk Fuso N 8923 UA yang terguling usai menabrak. (Foto-foto lain di halaman Metro)
Pria 39 tahun itu, ‘ringsek’ bersama motornya, Honda Supra 125 N 4256 EY ini, saat akan berangkat kerja. Yunus adalah petugas lapangan (PL) PT Pioneer Malang, yang menjadi Kordes (Koordinator Desa) di wilayah Kecamatan Pakis.
Selain Yunus, korban luka-luka lain adalah pengendara sepeda motor Suzuki Spin N 2767 BL, Dewi Ratnasari. Warga Jalan Danau Dibaru Blok F1F1 Sawojajar berusia 31 tahun itu, adalah pegawai negeri sipil (PNS) Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang ini. Dia mengalami luka memar di perutnya.
Sedangkan dua pengemudi truk dan keneknya selamat. Tidak mengalami luka sedikitpun. Mereka Suwono, 50 tahun, warga Desa Sumberpasir, RT18 RW05 Pakis, pengemudi sopir truk Fuso N 8923 UA. Rudi, 34 tahun, warga Kemantren – Jabung, kenek truk Suwono.
Kemudian sopir truk lainnya, Didik Susanto, 31 tahun, warga Mojosari, RT04 RW01, Desa Ngenep Karangploso. Dia mengemudikan truk N 8018 KB dan Suharmoko, kenek truk Didik Susanto.
Kecelakaan tragis di dekat buk gluduk itu,  terjadi sekitar pukul 08.00. Diawali dari truk Fuso yang dikemudikan Suwono, melaju dari utara ke selatan.
Sebelum menabrak dua motor dan truk bermuatan tahu, Fuso bermuatan paketan dan makanan kaleng ini, sempat berhenti jarak sekitar 75 meter dari lokasi kejadian.
‘’Saya berhenti karena memberi kesempatan kendaraan yang melaju dari selatan ke utara, belok ke kanan saat di pertigaan,’’ ungkap Suwono.
Setelah itu Fuso kembali berjalan pelan. Namun baru 25 meter berjalan, saat kondisi jalan sedikit menurun dan ramai, Fuso tiba-tiba kehilangan kendali akibat remnya blong. Suwono dan keneknya Rudi, yang mengetahui rem Fuso blong, langsung panik.
Suwono pun mengambil keputusan cepat. Dia membanting setir ke kanan, setelah melihat kondisi di sebelah kanan sedikit sepi. Keputusan itu dilakukan bukan tanpa perhitungan. Jika dia membanting setir ke kiri, ada banyak sekali sepeda motor. Sedangkan kalau lurus, dari arah selatan kendaraan cukup padat.
Sayangnya saat Suwono membanting Fusonya ke kanan, tanpa disadari Fuso itu langsung menabrak dari belakang sepeda motor Suzuki Spin yang dikendarai Dewi Ratnasari, yang berhenti karena mau belok kanan. Dewi pun yang kaget langsung tersungkur ke kiri jalan.
Usai menabrak motor Dewi, Fuso menabrak sepeda motor yang dikendarai Yunus Sulaiman, yang melaju dari selatan ke utara. Yunus dan motornya tersungkur ke median jalan.
Fuso pun makin oleng ke kanan, hingga akhirnya menabrak truk yang dikemudikan Didik Susanto. Baru setelah itu, Fuso terguling dan menimpa tubuh Yunus Sulaiman.
Cras! Tubuh Yunus langsung tergencet. Kepalanya pecah dan tubuhnya terbelah menjadi dua hingga ususnya terburai. Dia pun tewas seketika. Warga sekitar dibantu petugas dari Yon Bek Ang yang mengetahui, langsung menolong tubuh korban yang luka. Sebagian lagi melaporkan ke petugas Laka Lantas Polres Malang Kota.
Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, baik korban ataupun sopir Fuso, diamankan di Pos Yon Bek Ang, yang memang berada tidak terlalu jauh dari TKP.
Sementara itu, untuk mengevakuasi jenazah Yunus, petugas dibantu warga sekitar dan aparat TNI AD, harus berusaha keras. Mereka harus mengangkat truk yang terguling. Baru setelah truk terangkat, tubuh Yunus, yang tewas mengenaskan, dievakuasi dan dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang.
Kemacetan panjang pun terjadi akibat kecelakaan tersebut.  Kendaraan dari dua arah yang melintas di lokasi harus bersabar dan berjalan satu per satu. Baru setelah semua kendaraan yang terlibat kecelakaan diamankan, arus lalu lintas kembali lancar.
‘’Sebelum menabrak, dari jauh truk itu sudah oleng ke kanan. Kelihatannya memang kondisi remnya blong. Saya sendiri, saat itu mau pulang ke Karangploso setelah dari Pasar Gadang,’’ ujar Didik Susanto, sopir truk N 8018 KB yang bermuatan tahu. (agp/avi)