Mikail SS Ditangkap Polisi

PENGEDAR SS: TSK saat di periksa oleh Penyidik

DAMPIT- Genderang perang melawan peredaran narkoba terus ditabuh anggota Satreskoba Polres Malang. Terbukti, satu persatu pelaku baik pengguna maupun pengedar narkoba ditangkap. Seperti kemarin, buser berhasil mengamankan Mikail, warga Jalan Stasiun RT 10 RW 3, Kecamatan Dampit Kabupaten Malang.
Pemuda berusia 20 tahun ini, ditangkap di depan Pasar Dampit, karena kedapatan membawa satu poket narkoba berjenis sabu-sabu (SS) seberat 0.3 gram. Selain itu, dari tangan tersangka polisi juga menyita satu bungkus rokok dan sebuah HP. “Semua barang buktinya sudah kami amankan di Mapolres Malang,” ungkap Kasatreskoba Polres Malang, AKP Pratolo Saktiawan, SH, Kepada wartawan kemarin.
Menurut Pratolo, penangkapan Mikail ini bermula dari adanya informasi masyarakat, yang mengatakan kalau Mikail kerap melakukan transaksi maupun mengedarkan barang haram SS. Berbekal dari informasi itu, petugas buser Polres Malang lantas melakukan penyelidikan dengan mengintai gerak-gerik Mikail selama sepekan.
Setelah petugas yakin Mikail mengedarkan SS, melakukan penyamaran sebagai pembeli. “Anggota kami melakukan penyamaran sebagai pembeli, berjanji untuk melaksanakan transaksi di depan Pasar Dampit,“ kata Pratolo. Dia menjelaskan tersangka yang tak bisa mengelak, langsung ditangkap dan dibawa ke Polres Malang.
Sementara itu, di hadapan petugas yang memeriksanya Mikail mengaku kalau dirinya sudah setahun ini bergelut di dalam dunia narkotika. Serbuk putih SS tersebut, didapatkannya dari seorang kenalannya yang juga warga Dampit dengan inisial PI dan AS. Keduanya kini masih menjadi buronan tim buser Polres Malang.
Sekali transaksi, Mikail mengaku mendapatkan keuntungan sebesar Rp 50 Ribu per poketnya. “Saya awalnya hanya coba-coba jual beli SS ini, karena diajak teman saya. Keuntungan setiap transaksi yang lumayan banyak, membuat saya keterusan. Inginynya cepat kaya, eh malah ketangkap,” tukasnya dihadapan penyidik yang memeriksanya.
Dia juga mengaku, sudah sering mengkonsumsi barang haram tersebut. “Rasanya enak, membuat saya ketagihan, ” ungkapnya tanpa ada rasa menyesal. Sementara itu Pratolo menjelaskan, selama satu tahun mengedarkan barang haram itu tersangka sudah mempunyai banyak pelanggan untuk di daerah Dampit.
“Ayah kandung tersangka, sekitar dua tahun lalu pernah dijebloskan ke tahanan, juga terkait kasus peredaran SS,“ jelas Pratolo. Dia juga menambahkan, akibat perbuatannya itu tersangka dijerat dengan pasal pasal 112 ayat 1 Undang-undang nomor 35 / 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun kurungan penjara. (big/lim)