Pukul Terdakwa Usai Sidang, Dijebloskan Tahanan

KESAL: TSK saat di periksa oleh Penyidik Polres Malang

KEPANJEN - Rasa kesal, kecewa dan marah, bisa membuat seseorang betul-betul kehilangan kendali. Seperti dilakukan Ja’far Sodiq, warga Jalan Teluk Cendrawasih Arjosari, Kota Malang yang nekat melakukan pemukulan terhadap terdakwa Mugi Kariono, usai persidangan ketiga di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen Senin (21/1) kemarin. Akibatnya, pemuda berusia 20 tahun itu, mendekam di tahanan Mapolres Malang.  
“Tersangka ditangkap oleh anggota buser kami, karena melakukan tindak pidana pemukulan terhadap terdakwa Mugianto, usai persidangan. Dia pun sudah menodai proses hukum yang sedang berlangsung,“ ucap Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah, kepada wartawan kemarin.
Seperti diberitakan sebelumnya, Senin (21/1) lalu, PN Kepanjen mengadakan sidang ketiga kasus pengeroyokan terhadap korban Muhammad Al Hamid, 41 tahun, pemilik toko jamu ‘Rudal Perkasa’ Desa Kebonagung Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, dengan agenda mendengarkan keterangan dari saksi-saksi.
Usai sidang berakhir pukul 13.00 WIB,  Mugi dibawa keluar menuju mobil tahanan. Saat sampai di pintu keluar, tiba-tiba Ja’far Sodiq melompat dari pagar pembatas, lalu memukulnya. Akibat pemukulan itu, terdakwa Mugi seketika pingsan dan mengalami luka memar di kepalanya.
Di hadapan penyidik yang memeriksanya, Ja’far berdalih kesal terhadap tersangka Mugianto. “Saya kesal. Mengapa kakak saya (Muhammad Al Hamid) dipukul oleh terdakwa. Sehingga membuat kakak saya harus dirawat di Rumah Sakit, dan saat ini mengalami trauma yang serius,” akunya.
Lebih lanjut, dia mengaku nekat melakukan aksi pemukulan secara spontan begitu saja. “Dari awal saya tak mempunyai niatan untuk memukul terdakwa. Pemukulan yang saya lakukan itu spontan datang sendiri, tanpa ada yang menyuruh. Tapi saya sungguh menyesal telah melakukan pemukulan itu,“ sesalnya lirih. Akibat perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan pasal Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (big/lim)