Mangkir, PT BPF Terancam Dipanggil Paksa Dewan

MALANG - Manajemen PT Bestprofit Futures (BPF) cabang Malang terancam dipanggil paksa oleh Komisi A DPRD Kota Malang. Ini setelah manajemen PT BPF Cabang Malang tidak memenuhi panggilan komisi yang membidangi pemerintahan dan hukuim itu, kemarin.
“Manajemen PT BPF Cabang Malang tidak hadir tanpa pemberitahuan. Tidak ada surat, juga tidak ada pemberitahuan melalui telepon. Mangkir,” jelas ketua Komisi A, Arief Wahyudi SH kemarin.
Arief mengatakan, setelah tak hadir tanpa pemberitahuan kemarin, pihaknya langsung meluncurkan surat panggilan kedua, kemarin siang. Agendanya sama seperti panggilan pertama yakni klarifikasi atas pengaduan nasabah.  “Kalau tidak hadir juga pada Senin depan, maka kami langsung koordinasi dengan Polres Malang Kota untuk menjemput secara paksa pada 31 Januari, pekan depan,” tegas Arief.
Politisi PKB ini mengatakan, pemanggilan paksa oleh dewan  memiliki dasar hukum. Yakni pasal 17, ayat 4 PP 16 tahun 2010 dan tata tertib DPRD Kota Malang pasal 19. Pemanggilan paksa dilakukan jika dua kali berturut-turut tidak memenuhi panggilan dewan. Dalam surat panggilan kedua kepada manajemen PT BPF Cabang Malang  yang dikirim kemarin juga disebutkan dasar hukum pemanggilan paksa.
“Kami akan tegakkan aturan karena persoalan ini menyangkut kepentingan masyarakat luas, khususnya nasabah PT BPF Cabang Malang yang mengadu ke dewan. Persoalan ini harus diklarifikasi sehingga masyarakat tahu secara jelas,” papar wakil rakyat dari dapil Klojen ini.
Selain itu menurut Arief,  pemanggilan PT BPF Cabang Malang juga untuk kepentingan perusahaan itu sendiri. Sebab jika memberi penjelasan secara terbuka dan detail maka image negatif terhadap PT BPF Cabang Malang bisa dinetralisir.
Pantauan Malang Post di di gedung dewan kemarin, pimpinan dan anggota Komisi A menunggu manajemen PT BPF Cabang Malang hingga jam 11.30 WIB. Padahal sesuai surat resmi, jadwal hearing dimulai jam 10.00 WIB. Sebelumnya, surat pemanggilan oleh Komisi A sudah dilayangkan sejak Senin lalu.
Kepala Bagian Kepatuhan PT BPF Cabang Malang, Agus P yang dikonfirmasi melalui telepon mengaku tidak mengetahui. “Saya tidak tahu. Coba tanyakan ke costumer service saja,” ujarnya. (van/lim)

James : Kasusnya Masih Diselidiki
MALANG - Sementara itu, terkait pengaduan nasabah PT Best Profit Futures (BPF) ke Polres Malang Kota, tentang adanya dugaan penipuan, masih dalam tahap penyelidikan petugas Reskrim Polres Malang Kota. Penyidik masih mempelajari sekaligus mendalami laporan pengaduan tersebut.
“Kami masih belum melangkah lebih jauh terkait pengaduan itu. Saat ini pengaduan itu masih sebatas pendalaman dan penyelidikan kami,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP James Hasudungan Hutajulu.
Sebagai langkah awal, menurut James, pihaknya telah meminta keterangan beberapa orang saksi. Selain saksi dari para nasabah yang mengaku telah menjadi korban penipuan, juga saksi dari pihak PT BPF yang diwakili oleh pialang dan marketing.
“Keterangan dari beberapa pihak inilah, yang nantinya akan kami gelarkan perkara untuk menentukan, apakah ada tindak pidana melawan hukum atau tidak. Kalau nantinya ditemukan adanya tindak pidana, baru status kasusnya dari penyelidikan akan kami tingkatkan ke penyidikan,” jelasnya.(agp/lim)