Tusuk Teman, Mahasiswa PTS Gagal Nikah

DIJAGA : Dhany Wisnu Wardana dijaga petugas Polsekta Lowokwaru.

MALANG– Keinginan Dhany Wisnu Wardhana, 23 tahun, untuk mengakhiri masa lajangnya pada akhir Januari ini, terpaksa harus ditunda. Itu setelah warga asal Jogoyudan – Lumajang yang indekos di Jalan MT Haryono Gg XIX Malang ini, ditangkap anggota unit Reskrim Polsekta Lowokwaru, Rabu (23/1) sore. Mahasiswa salah satu PTS di Malang ini, ditangkap terkait kasus penusukan terhadap Titik Juwaidah, 25 tahun, warga Dusun Krajan RT02 RW02, Desa Oro-oro Ombo, Batu. “Tersangka Dhany ini kami tangkap setelah tujuh bulan ini buron. Dia kami amankan di jalan raya saat mau ke rumah temannya,” ujar Kapolsekta Lowokwaru, Kompol Bayu Indra Wiguno.
Penusukan yang dilakukan Dhany ini terjadi pada 22 Juli 2012 lalu sekitar pukul 14.00. Kejadian sendiri bermula ketika tersangka datang ke tempat kos korban di di Jalan Akordion (Perum  Puri Dewata Kav 20) Malang. Dhany saat itu datang untuk bermain, setelah sebelumnya ngobrol lewat BlackBerry Messenger (BBM). Begitu datang, Titik yang tidak curiga mempersilahkan Dhany masuk ke dalam kamar. Selanjutnya keduanya ngobrol dan bergurau sembari nonton TV. Tak lama setelah ngobrol itu, Dhany meminta izin untuk pergi ke kamar mandi.
Selang 10 menit kemudian, Dhany keluar dari kamar mandi sembari membawa pisau. Selanjutnya pisau yang biasa digunakan mengiris buah itu, langsung ditusukkan ke pundak sebelah kiri Titik. Sontak tusukan itu langsung membuat korban kaget. Apalagi setelah melihat pundak kirinya berdarah. Titik pun yang merasa jiwanya terancam, lantas berteriak minta tolong hingga didengar penghuni kos lainnya. Sementara Dhany sendiri, yang kalut langsung kabur. Tas dan sepeda motor yang dibawanya ditinggal di TKP.
“Selama menjadi buronan itu, saya kabur ke Surabaya dan ikut teman saya ke Singapura. Namun pikiran saya kalut, karena selama ini tidak pernah menjadi buronan,” tutur Dhany kepada Malang Post. Lantas apa alasan dia menusuk Titik? Pria yang pernah ditahan karena kasus pengeroyokan pada 2012 ini, mengatakan kalau dirinya gelap mata. Dia jengkel dan dendam dengan korban, karena perkataannya telah menyakiti hatinya. “Dia mungkin beranggapan kalau saya menusuk tanpa alasan. Padahal saya merasa sakit hati dengan perkataannya yang sering menyindir perasaan saya,” katanya. (agp/mar)