Curi Kayu untuk Pesanan

KEPANJEN-  Pelaku pencurian kayu tak jera dalam menjalankan aksinya. Kemarin, seorang blandong kembali ditangkap petugas Satreskrim Polres Malang. Dia adalah Ngaderi, 55 tahun, warga Dukuh Trigu, Desa Pandansari, Poncokusumo. Bapak tiga orang anak ini dibekuk oleh petugas, saat memotong pohon di kawasan hutan dekat wana wisata Coban Pelangi. Dari tangan tersangka, petugas mengamankan 115 batang kayu bejenis Salam, bentuk glondongan dengan berbagai ukuran. Serta truk Mitsubishi, W 2325 AC yang digunakan mengangkut kayu.
“Semua barang bukti itu, telah kami bawa dan diamankan di Mapolres Malang,“ kata Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah, SH, MH,  kepada wartawan kemarin. Dari pemeriksaan keduanya sendiri, kayu Salam itu sedianya akan dijual kepada salah seorang pembeli yang ada di Pasuruan. “Sekitar 80 batang kayu itu, sudah laku dan ada yang memesan seseorang dari Pasuruan. Dia sudah membayar uang muka Rp 500.000, dari total harga Rp 3,5 juta. Sisanya akan dilunasi kalau kayunya sudah sampai,“ ucap Ngaderi dihadapan penyidik. Sedangkan kayu sisanya diakui oleh tersangka akan dibuat untuk memperbaiki atap rumahnya.
Lebih lanjut dia mengakui baru kali ini berurusan dengan fihak berwajib serta melakukan pencurian kayu. “Saya kepepet mencuri kayu itu. Karena untuk biaya anak saya yang masih sekolah di SD. Kalau tak kepepet, saya tak mungkin melakukan itu. Saya juga baru pertama kali ini melakukannya,“ sesalnya. Akibat perbuatannya itu, tersangka terancam kurungan selama 10 tahun penjara, karena melanggar melanggar Pasal 50 Ayat 3 Huruf h jo Pasal 78 Ayat 1 UU NO 41 tahun 1999 tentang Kehutanan. (big/mar)