Dibekuk Bawa Motor Curian

CURANMOR : Kompol Lukman Cahyono menginterograsi Muhammad Iksan.

MALANG– Dua kali keluar masuk penjara, belum membuat Muhammad Iksan, 27 tahun, warga Jalan Flamboyan, Desa Sukoanyar, Wajak ini kapok. Faktanya, sejak Kamis lalu dia kembali berurusan dengan polisi. Bapak satu anak ini, ditahan di Mapolsekta Sukun karena tersandung kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). “Tersangka Iksan ditangkap di rumahnya setelah selama sepekan ini kami intai. Dari tangannya, kami mengamankan barang bukti sepeda motor Honda Supra Fit hasil kejahatannya,” ungkap Kapolsekta Sukun, Kompol Lukman Cahyono.
Diperoleh keterangan, M Iksan yang selama ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) ini, ditangkap terkait kasus curanmor yang terjadi di Jalan Muharto Malang, pada 25 Nopember 2012 lalu. Saat itu, dia mencuri sepeda motor Honda Supra Fit, N 3760 AT milik Jumain, warga sekitar. Pencurian yang terjadi sekitar pukul 15.00 itu, bermula saat tersangka pulang bermain dari rumah saudaranya. Saat melintas di depan rumah korban, Iksan melihat ada sepeda motor yang diparkir di depan rumah. Karena situasi sekitar sepi, tersangka yang pernah ditahan karena kasus curanmor pada 2009 ini langsung beraksi.
Dengan menggunakan kunci palsu, dia merusak kunci kontak motor yang kemudian membawanya kabur. Supaya tidak dikenali dan untuk menghilangkan jejak, motor itu dipreteli serta nomor polisinya diganti dengan nomor palsu. Dalam pengembangan pemeriksaan sendiri, Iksan yang juga pernah masuk penjara karena kasus penganiayaan pada tahun 2002 lalu, mengakui kalau dirinya pernah mencuri sepeda motor Yamaha Mio Soul di wilayah Sawojajar dan motor Honda Supra di Jalan Jaksa Agung Suprapto Malang, tahun 2012 lalu.
“Dua sepeda motor tersebut sudah dijual kepada seorang temannya yang kini masih kabur. Dan saat ini, kami masih mengembangkan kasusnya karena ada dugaan dia juga beraksi di wilayah Kecamatan Sukun. Sebab biasanya sasaran aksi curanmornya adalah sepeda motor yang diparkir di warung internet (warnet),” jelas Lukman. “Kalau di wilayah Kecamatan Sukun ini saya sama sekali tidak pernah. Sejak keluar dari penjara kasus curanmor lalu, saya baru tiga kali itu mencuri,” ujar Iksan. (agp/mar)