Mantan Kades Pagak Ditangkap

NARKOTIKA : Polisi menunjukkan dua tersangka narkoba yang tertangkap, termasuk barang buktinya.

Bawa SS dan Ganja
MALANG– Mantan Kepala Desa (Kades) Sumberejo, Pagak, Drs Mahut, sejak awal pekan kemarin meringkuk di balik sel Polres Malang Kota. Pria 47 tahun ini ditahan karena kasus narkotika. Dia dibekuk anggota Satreskoba Polres Malang Kota setelah terbukti memiliki sabu-sabu (SS) dan daun ganja kering. Mahut diringkus petugas di sebuah warung di depan SPBU Sukun. Saat ditangkap, dari tangannya petugas mengamankan satu poket SS serta satu linting ganja kering yang dimasukkan dalam bungkus rokok. Selain Mahut, petugas juga menangkap seorang pengedarnya. Yaitu Sayyidul Fattah alias Patol, 48 tahun, warga Dusun Sukosari, Desa Rejoyoso, Bantur. Patol diringkus petugas di rumahnya hasil dari pengembangan tersangka Mahud.   
“Dari penangkapan tersangka Patol ini, ditemukan uang sebesar Rp 900.000, enam poket SS serta seperangkat alat isap. Barang bukti tersebut, ditemukan di dalam lampu senter,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan. Dia menerangkan, penangkapan kedua budak narkotika ini berkat informasi masyarakat. Warga menginformasikan kalau di sebuah warung depan SPBU Sukun, baru saja ada transaksi narkotika. Berdasarkan keterangan itu, petugas lalu melakukan pengintaian. ”Selanjutnya berdasarkan keterangan dan ciri-ciri orang yang dimaksud, petugas berhasil menangkap Mahut, sekitar pukul 22.00,” papar mantan Kasatreskrim Polres Batu itu.
Dari pemeriksaan Mahut inilah, akhirnya muncul nama Patol, yang menjadi pengedarnya.  “Dalam pemeriksaan, tersangka Mahut mengaku mengenal SS sejak 1993 lalu. Sedangkan tersangka Patol kenal narkotika sejak sekitar 2000 lalu,” ujar Dwiko. Perwira yang pernah menjabat Kapolsek Wajak itu menambahkan, sepoket SS yang dibeli Mahut dari Patol ini seharga Rp 900.000 untuk dinikmati sendiri. Sedangkan Patol, mengaku membeli sepoket SS seharga Rp 800.000 dari seseorang asal Jakarta yang kini sedang diburu. Sementara daun ganja yang disita dari Mahut, diakui dari temannya asal Surabaya yang juga masih buron. (agp/mar)