Polsekta Sukun Bekuk Perampas Motor

DIBEKUK : Bulan Santoso dijaga khusus Kapolsekta Sukun, Kompol Lukman Cahyono.

MALANG- Lama diburu, pelaku perampasan motor milik siswa SMK Nasional akhirnya berhasil dibekuk. Tersangkanya yakni Bulan Santoso, 23 tahun, warga Jalan Tlogowaru, Kedungkandang. Bulan ditangkap di rumahnya akhir pekan kemarin, setelah enam bulan buron. Sementara seorang rekannya berinisial KPT, hingga kemarin masih diburu petugas. " Kabar terakhir, KPT sudah kabur ke Bali," ungkap Kapolsekta Sukun, Kompol Lukman Cahyono.
Dijelaskan dia, perampasan yang dilakukan Bulan bersama KPT, terjadi pada 16 Agustus 2012 lalu di Jalan Raya Merpati Selatan, Malang sekitar pukul 16.30. Saat itu, Imron, 17 tahun, warga Jalan Janti Barat Malang, pulang sekolah mengendarai motor Honda Beat seorang diri.
Ketika di lokasi kejadian, korban dipepet oleh Bulan dan KPT yang berboncengan naik sepeda motor. Setelah disuruh berhenti, tanpa basa basi dia dituduh telah memukuli adik tersangka Bulan. Meski korban sempat mengelak, namun pelaku tetap ngotot dan mengajak korban untuk menemui adiknya. Karena tidak curiga, korban menurut permintaan itu. Dia pun diajak kedua pelaku ke Jalan Gadang Gg 21 Malang. "Saat di Gadang itu, pelaku berhenti di rumah salah satu warga. Mereka mengatakan kalau adiknya ada di rumah satunya di daerah Jalan Tlogowaru. Saat itu, tersangka sempat memukul korban," terang perwira ini. Setelah memukul, korban diajak ke Jalan Tlogowaru dengan dibonceng tersangka Bulan. Di tengah perjalanan korban yang curiga meminta berhenti. Saat berhenti itulah, dia berusaha melawan dengan mendorong tubuh pelaku hingga terjatuh.Tetapi apes, meski sempat duel satu lawan satu, Imron kewalahan setelah dikeroyok. Bahkan korban tak berkutik ketika Bulan mengancam akan membunuh. Untuk menakut-nakuti, dia mengeluarkan senjata tajam dari balik bajunya.  Baru setelah korban tak berdaya, kedua pelaku merampas motor korban, BlackBerry Gemini serta tas sekolah berisi buku-buku dan kabur. Saat itu juga, Imron melaporkan peristiwa perampasan tersebut ke Mapolsekta Sukun. Sementara itu, dari pemeriksaan sementara, Bulan mengaku motor itu sudah dijual kepada seseorang di Jalan Gadang sebesar Rp 1,7 juta. Sedangkan BlackBerry dijual seharga Rp 600.000 ke seseorang di sekitar Pasar Loak Comboran. "Uangnya habis untuk foya-foya," pungkas Lukman. (agp/mar)