’Polisi’ Berpistol Rampas Barang Berharga

PRAKTIK :  Hartono hendak mempraktekkan caranya membawa pistol mainan,
 
DAMPIT– Satu dari dua pelaku perampasan motor yang selama ini mengaku sebagai anggota polisi, akhir pekan kemarin dibekuk tim Buru Sergap (Buser) Satreskrim Polres Malang. Tersangkanya Hartono, 28 tahun, warga Dusun Crabaan, Desa Sumbersuko, Dampit. Sedangkan satu pelaku lagi berinisial R dinyatakan buron. Hartono ditangkap di rumahnya, setelah tiga kali penggerebekan, petugas selalu gagal menangkapnya. Dari tangannya, polisi menyita barang bukti pistol mainan yang biasa digunakan untuk menakut-nakuti korbannya. “Pistol mainan itu, ditemukan di dalam kamarnya. Saat ini, kami masih mengembangkan kasusnya karena ada dugaan banyak kejahatan yang dilakukan tersangka Hartono,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah.
Pria yang pernah menjadi Kasubag Hukum Polres Malang Kota itu, menjelaskan ada tujuh orang yang telah menjadi korban kejahatan Hartono. Para korban itu, mengaku tidak hanya motor, namun HP juga dirampas. Bahkan, salah satu korban yakni Mustajib, 18 tahun, warga Dusun Prangas, Desa Klepu, Sumbermanjing Wetan mengaku bila pacarnya menjadi korban asusila yang dilakukan Hartono. Kejadiannya, Senin, 20 Agustus 2012 dii hari di sekitar Stadion Talok, Turen. ”Korban yang asyik pacaran didatangi tersangka. Mereka mengaku polisi, dan menunjukkan pistol mainannya. Tersangka mengancam akan menembak bila korban tidak menyerahkan motor dan HPnya. Sebelum kabur, mereka juga sempat berbuat asusila terhadap pacar korban,” urai Decky.  
Diperiksa penyidik, Hartono mengakui jika aksinya dilakukan sejak Juni 2012 lalu. Itu setelah dia membeli pistol mainan di Pasar Loak Comboran seharga Rp 150.000. Dengan modal pistol yang menyerupai senjata api itulah, muncul inspirasi untuk melakukan kejahatan dengan mengaku sebagai polisi. “Semua barang hasil rampasan, dijual oleh R. Uang hasil dari penjualan itu, langsung dibagi dua. Biasanya saya mendapat bagian sekitar Rp 600.000 sampai Rp 800.000. Uangnya habis untuk biaya kebutuhan keluarga,” terang bapak satu anak ini. (agp/mar)