Jaksa Rubah Dakwaan Pencurian

SAKSI : FM Valentina, pelapor sekaligus saksi dalam sidang kemarin.

Sidang Harta Valentina – Hardi
MALANG- Sidang pencurian dan penggelapan 14 sertifikat senilai Rp 4 miliar milik Direktur  PT. Hardlent Medika Husada (HMH), Dr FM Valentina SH M Hum mulai menggeliat di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang, kemarin. Fakta hukum baru dalam sidang dengan terdakwa dr Hardi Soetanto, 54 tahun, mantan suami Valentina, diketahui  jika sejak awal menikah, sudah sepakat membuat surat perjanjian nikah tentang pemisahan harta. Pemisahan itu, pun menyangkut untung atau rugi kedua belah pihak, jika dalam menjalankan usaha menemui kegagalan atau sebaliknya. “14 sertifikat yang diambil itu, murni dari uang saya pribadi atau tabungan yang pembeliannya melalui Hardi. Jadi, sertifikat itu murni milik saya,” kata Valentina saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang yang dipimpin majelis hakim Hari Widodo SH. Sebelum sertifikat itu hilang, menurutnya, sudah disimpan di  lemari bersama yang ada di rumah Jalan Taman Ijen Malang.
Selain ada kunci utama, juga akan kunci kecil yang hanya dipegang oleh pelapor. “Kapan hilangnya sertifikat itu, saya sendiri tidak tahu. Hanya saja, sertifikat itu baru diketahui hilang pada sekitar November 2011,” ungkapnya. Selain sertifikat, uang USD 10.000 juga dilaporkan Valentina hilang dari dalam brankas rumahnya. Namun, pengakuan Valentina ini disanggah oleh Sudiman Sidabukke, SH, kuasa hukum Hardi. ”Kalau dulu ngakunya 16 sertifikat yang hilang, kenapa sekarang hanya 14 yang dilaporkan raib,” ujarnya. Dia menerangkan, dalam laporan penyidik Satreskrim Polres Malang Kota, juga tidak menerangkan fakta-fakta adanya pencurian.
“Jika uang pelapor ikut hilang, mengapa penyidik tidak membuatnya dalam hasil pemeriksaan. Sebaliknya, pasal yang digunakan menjerat terdakwa, tiba-tiba berkembang dari Pasal 376 sebagaimana penyidikan, menjadi Pasal 372, Pasal 362 dan Pasal 367. Ini jelas, ada perubahan yang dilakukan sendiri oleh jaksa penuntut umum,” ungkap Sidabukke.  
Dalam kesempatan itu, Hardi yang diberikan kesempatan untuk memberikan keterangan, mengatakan jika uang yang dipakai untuk pembelian sertifikat, sebagian dari uang tabungannya. Hanya saja, mengenai keterangan itu disanggah dengan tegas oleh pelapor. Mengingat, perjanjian nikah sudah sangat jelas menerangkan mengenai itu.  Sidang sendiri yang rencananya menghadirkan tiga saksi, terpaksa hanya menghadirkan saksi pelapor. Karena alasan waktu, dua saksi yang akan dihadirkan kemarin, ditunda pada Selasa minggu depan. Pada kesempatan sama, majelis hakim pun mencoba mendamaikan kembali kedua belah pihak. Hanya saja, pelapor tetap meminta agar masalah itu diselesaikan hingga putusan pengadilan. (sit/mar)