Ada Sabu-Sabu di Balik Sayuran

MALANG – Sambil menjual aneka sayuran segar, ternyata Buadi alias Badrun 40 tahun juga nyambi menjual sabu sabu. Akibat tindakannya ia, harus meringkuk di balik rutan Mapolres Malang Kota sejak awal pekan lalu. Warga Jalan Eltari, Kelurahan Cemorokandang, Kedungkandang ini dijebloskan dalam penjara setelah terbukti mempunyai bisnis sampingannya yang haram itu.
Sebagai barang bukti, petugas mengamankan tiga poket sabu-sabu yang dibungkus plastik transparan seberat 1,1 gram. Barang bukti tersebut, ditemukan petugas di dalam saku celananya.
“Tersangka BD (Buadi alias Badrun) ini ditangkap di rumahnya. Itu setelah sepekan ini kami lakukan pengintaian,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan.
Penangkapan bapak dua anak itu sendiri, menurut mantan Kasatreskrim Polres Batu ini, bermula dari informasi masyarakat yang mengatakan kalau Buadi alias Badrun ini, selain memakai SS juga mengedarkannya. Berdasarkan informasi itu, petugas selanjutnya melakukan penyelidikan dengan mengintai gerak-gerik tersangka selama sepekan.
Begitu diketahui Buadi mau menjual serbuk haram itu, petugas yang tak ingin kehilangan barang bukti langsung menangkapnya. “Dia kami jerat dengan pasal 112 ayat 1 Undang-undang nomor 35 / 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun kurungan penjara,” ujar Dwiko.
Sementara itu, dalam pemeriksaan penyidik Buadi alias Badrun ini mengaku kalau dirinya baru sebulan ini masuk di dalam dunia narkotika. Dia mendapat pasokan SS itu dari seorang temannya asal Surabaya yang kini sedang dalam buruan polisi. Satu gram SS, dibeli dengan harga Rp 1,3 Juta.
Tersangka sendiri, pada awal Januari lalu membeli langsung empat gram SS. Selain dipakai sendiri, SS itu juga dikemas menjadi beberapa poket yang kemudian dijual. Satu gram SS yang terjual, tersangka mengaku untung Rp 500 Ribu.
“Keuntungannya saya gunakan untuk tambahan mencukupi kebutuhan keluarga. Dan saya sendiri memakai SS itu untuk doping, supaya semangat kerja,” tutur Buadi alias Badrun.(agp/eno)