Tebang Pohon, Tewas Tertimpa

NGAJUM – Saat menebang pohon di hutan, Dulrohim 24 tahun, warga Desa Babadan Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang, kemarin tewas setelah tertimpa pohon yang ia tebang. Saat kejadian ia bersama tujuh penebang lainnya di area perhutanan Dusun Banaran.
Korban tewas seketika dengan luka cukup parah. Jenazah Dulrohim langsung divisum di Rumah Sakit Kanjuruhan Kabupaten Malang dan langsung dimakamkan kemarin sore.
Diperoleh informasi dari Kapolsek Ngajum, AKP Sugeng Waskito MPd, kemarin siang sekitar pukul 13.00 Dulrohim bersama tujuh penebang lainnya melakukan pemotongan salah satu pohon di area perhutanan Dusun Banaran. Kejadian itu berawal ketika salah seorang penebang pohon Laseman, 35 tahun, menarik tali yang diikatkan pada salah satu pohon, yang berdekatan dengan pohon yang akan ditebang.
Pohon berdiameter 50 cm itu rencananya ditarik ke arah selatan oleh tiga penebang lain yakni Laseman, Jono dan Yanto. Mereka berusaha menarik pohon itu agar tumbang ke selatan. Pohon itu memang jatuh ke arah selatan. Namun nahas, pohon yang diketahui berjenis Sonokeling itu menimpa pohon lainnya di sisi selatannya.
“Anehnya, tiba-tiba korban Dulrohim malah berlari mendekati pohon yang tumbang itu. Lantas diapun tertimpa dan terjepit, di dua pohon itu,“ ujar Sugeng menjelaskan kepada wartawan kemarin. Akibat peristiwa itu, kepala dan wajah Dulrohim hancur terkena batang pohon Sonokeling.
Menurut Sugeng, tujuh saksi yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) itu heran dengan tindakan korban yang berlari mendekati pohon tumbang itu. “Kalau dia tetap berada di tempat, maka selamat. Karena pohon yang dipotong itu, tertahan pada pohon yang berada di sebelahnya,“ kata Sugeng.
Lebih lanjut dia menjelaskan, kejadian tersebut untuk sementara ini murni karena kecalakaan. “Dari keterangan para saksi yang kami kumpulkan, kedelapan penebang itu masih mempunyai ikatan kekeluargaan. Jadi untuk sementara ini, dugaanya adalah murni kecelakaan,“ yakinnya. (big/eno)