Dewan Pertemukan BPF dan Nasabah

MALANG- Hari ini, DPRD Kota Malang kembali memediasi kasus investasi emas PT. Bestprofit Futures (BPF). Kalau sebelumnya, Komisi A hanya melakukan hearing (dengar pendapat) dengan manajemen BPF, namun kali ini, nasabah yang merasa dirugikan, turut dihadirkan. Menurut Ketua Komisi A, Arief Wahyudi, pertemuan itu digelar pukul 10.00. ”Kami hanya memediasi untuk mencarikan jalan keluar terhadap masalah antara manajemen BPF dan nasabah tersebut,” terangnya kemarin. Dalam rapat Senin (28/1) lalu, dikatakannya, BPF sudah menjelaskan solusi penyelesaian lewat jalur hukum.
”Sekarang, kami akan juga tanyakan kepada nasabah. Intinya besok (hari ini) hanya nasabah dan BPF saja yang diundang,” lanjut dia.
Informasi yang didapat Malang Post, banyak nasabah BPF yang akan hadir dalam hearing tersebut. Mereka akan membuka semua pelanggaran yang telah dilakukan BPF kehadapan anggota dewan dan minta supaya dewan segera memberikan rekomendasi kepada Wali Kota Malang, Peni Suparto untuk menutup ijin usahanya karena korban sudah sangat banyak.
”Kami sudah melakukan koordinasi dengan nasabah. Intinya, mereka tetap menuntut semua uangnya kembali.
Karena mereka semua tidak pernah memberikan mandat kepada BPF untuk melakukan trading,” terang kuasa hukum nasabah BPF, Gunadi Handoko SH, MM, M.Hum. Yang pasti, tegas dia, nasabah tidak akan berhenti untuk menuntut haknya. ”Mereka punya banyak plan (rencana) untuk mewujudkan aksinya,” papar Gunadi. Senada dengannya, Tjoe Kang Long, salah satu nasabah yang dirugikan mengaku siap fight di jalur hukum.
”Kami sangat siap. Kita akan maju bukan hanya di Malang, namun juga di Jakarta. Kita akan blow up menjadi wacana khusus di liputan berita televisi nasional. Semua planning sudah ada dan tinggal kita jalankan sesuai rencana awal dan jalur. Kita semua, korban BPF di enam kota di Indonesia, komitmen tidak terima dengan perlakuan dari BPF,” katanya lantang.
Sayangnya, salah satu kuasa hukum PT. BPF Malang, Dwi Wimbo SH enggan berkomentar terlalu banyak terhadap acara yang mengagendakan pertemuan antara nasabah dengan BPF, hari ini. Dia yang sempat mendampingi Kepala Operasional PT. BPF Malang, Eduard Alexander, saat hearing awal mengaku masih melakukan rapat dengan pimpinan PT. BPF Malang.
”Maaf, sekarang saya masih meeting dengan pimpinan cabang BPF untuk agenda besok (hari ini),” ujarnya singkat. Seperti diketahui, perusahaan perdagangan berjangka komoditi di Jalan Letjen S Parman Malang itu diketahui tidak bisa menjamin dana nasabahnya dengan baik. Hal itu terungkap saat Komisi A DPRD Kota Malang melakukan hearing dengan perwakilan manajemen perusahaan tersebut, Senin (28/1) lalu.(van/mar)