Listrik Nyala, Toko Kertas Terbakar

MALANG – Toko Tunggal Jaya di Jalan Brigjen Slamet Riyadi 96, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Selasa (29/1) malam hingga Rabu dini hari, terbakar. Kebakaran yang meludeskan bangunan tiga lantai tersebut, diduga karena konsleting listrik. Toko yang berjualan kardus (perlengkapan) kue ini, terbakar saat kondisi tutup.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi sejak pukul 23.30 tersebut. Namun kerugian akibat kebakaran tersebut lumayan cukup besar. Diperkirakan kerugian yang dialami oleh pemilik toko hingga mencapai ratusan juta.
Menurut Suhartono, 40 tahun, penjaga toko Tunggal Jaya ini, kejadian yang sempat menggemparkan warga sekitar itu terjadi menjelang Rabu dini hari. Sebelum ludes terbakar seperti biasa setelah pembeli sepi, toko ditutup sekitar pukul 17.30.
Usai tutup, semua karyawan toko langsung pulang. Termasuk Suhartono, yang dipercaya sebagai penjaga toko oleh pemilik toko Yeni Yulita, 50 tahun, warga Surabaya. Suhartono  pulang ke gudang di Jalan Brigjen Slamet Riyadi 9. ‘’Di toko tidak ada yang menjaga. Kebakaran kemungkinan karena konsleting listrik,’’ ujar Suhartono.
Sekitar pukul 19.00, sebelum terbakar, di Jalan BS Riyadi sempat terjadi pemadaman listrik. Listrik baru kembali menyala sekitar pukul 20.30. Tak lama setelah listrik nyala inilah, diduga muncul percikan api akibat konsleting listrik.
Percikan api itu menyambar kertas hingga akhirnya terbakar. Mungkin karena banyak kertas dan plastik, api pun semakin cepat merambat dan membesar. ‘’Api muncul dari ruangan bawah dekat bahan baku kertas,’’ katanya.
Kobaran api ini sendiri, diketahui oleh warga sekitar pukul 23.30. Warga saat itu melihat api dari balik lubang dan jendela di lantai satu dan dua. Melihat kobaran api, warga langsung berteriak kebakaran. Teriakan itu kontan langsung didengar warga lainnya, yang selanjutnya melaporkan ke petugas Polres Malang Kota dan PMK Kota Malang.
Tak lama kemudian petugas datang ke lokasi. Namun kobaran api malah semakin besar. Bahkan, lima unit mobil PMK yang dikerahkan ke lokasi sampai kewalahan. Lima mobil pemadam itu harus mondar-mandir mengambil air untuk memadamkan karena api sulit ditaklukkan. Baru sekitar empat jam lebih, api berhasil dipadamkan.
Warga sekitar yang rumahnya berdempetan dengan TKP kebakaran sempat panik. Warga takut api yang sulit dipadamkan itu, justru merambat dan membakar rumah warga di perkampungan. Tetapi untungnya api bisa segera teratasi.
Dua jam setelah api berhasil dipadamkan, sekitar pukul 06.00, petugas PMK Kota Malang kembali mendatangi lokasi untuk melakukan pembasahan. Itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadi kebakaran lagi. ‘’Belum tahu berapa kerugiannya,’’ ujar Edwin, adik Yeni Yulita, yang menjawab singkat saat ditanya total kerugian yang dialami.
‘’Dulu pada tahun sekitar 90-an toko Tunggal Jaya ini juga pernah terbakar. Dan sebelum terbakar kali ini, sebetulnya juga mau pindahan ke sebelah. Tetapi belum pindah sudah terbakar,’’ sambung Suhartono.
Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan, dikonfirmasi mengatakan kalau pihaknya masih belum mengetahui secara jelas penyebab kebakaran itu. Polisi masih menyelidiki dan memeriksa saksi-saksi untuk mengetahui penyebabnya.
‘’Kami masih menyelidiki dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebabnya. Bahkan, jika memang dipandang perlu maka kami juga akan mendatangkan Labfor dari Polda Jatim,’’ tegas Dwiko Gunawan. (agp/avi)