Mantan Kasun Konsumsi SS

TAHAN : Jupri dan Talun ketika dimintai keterangan Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Soleh Mas’udi.
TIRTOYUDO– Jupri, mantan Kepala Dusun (Kasun) Arjosari, Desa Ampelgading, Tirtoyudo, harus meringkuk di balik rutan Mapolres Malang, sejak dini hari kemarin. Pria 55 tahun ini, dijebloskan ke dalam penjara setelah ditangkap petugas Satreskoba Polres Malang di rumahnya. Dia dibekuk karena kedapatan memiliki sabu-sabu (SS). Dari tangan dia, petugas mengamankan sepoket SS seberat 0,4 gram, HP Nokia serta uang sebesar Rp 650.000. Selain Jupri, petugas juga menangkap seorang pengedarnya, yakni Talun, 45 tahun, warga Dusun Taman Gilang, Desa Taman Kuncaran, Tirtoyudo. Barang bukti yang diamankan darinya uang hasil penjualan sebesar Rp 3,1 juta. Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Soleh Mas’udi, mengatakan penangkapan kedua budak narkotika ini, bermula dari informasi masyarakat. Kali pertama yang ditangkap adalah Jupri, di rumahnya. “Tersangka Jupri ini kami tangkap, setelah ada laporan kalau dia sering mengkonsumsi SS. Dan dini hari kemarin, dia baru saja membeli SS,” ungkap Soleh Mas’udi.
Kemudian dari penangkapan Jupri tersebut, lanjut mantan Kanitreskrim Polsek Tirtoyudo ini, dalam pemeriksaan diakui kalau dia mendapatkan SS dari temannya bernama Talun. Berdasarkan pengakuannya itulah, petugas kemudian mengembangkan dan berhasil menangkap Talun di rumahnya. Dalam keterangannya, Jupri mengatakan kalau dirinya baru dua bulan ini mengkonsumsi SS. Dia membeli SS kepada Talun, dengan harga sepoketnya Rp 200.000. “Saya memakai SS itu awalnya hanya iseng-iseng saja. Namun karena terasa enak, akhirnya ketagihan,” ujar tersangka Jupri. Sementara tersangka Talun sendiri, mengakui kalau SS tersebut dirinya mendapat pasokan dari seorang temannya asal Surabaya. Satu gram SS dibelinya dengan harga Rp 1,1 juta, yang kemudian dibagi menjadi enam poket. “Satu gram SS itu saya hanya mendapatkan untung Rp 100.000. Dan setiap kali pembelian ke Surabaya, antara dua sampai lima gram,” kata tersangka Talun. (agp/mar)