Rumah Juragan Camilan Dirampok

TKP : Rumah juragan camilan setelah disatroni perampok dini hari kemarin.

JUNREJO– Kawanan perampok mengganas di Jalan Hasanudin, Dusun Jeding RT03 RW06 Junrejo, Kota Batu dini hari kemarin. Perampok yang diperkirakan berjumlah tiga orang menyatroni rumah Slamet, 40 tahun, juragan roti dan camilan.  Dari rumah Slamet, pelaku berhasil menggasak harta kekayaan dengan total sekitar Rp 30 juta. Harta yang digondol itu adalah uang  tunai Rp  15 juta, perhiasan emas terdiri dari anting-ating dan cincin seberat 30 gram  yang disimpan dalam almari. Korban sebenarnya masih memiliki barang berharga lain, mulai HP,  dua sepeda motor dan mobil. Kendaraan yang diparkir digarasi tersebut masih utuh karena tidak disentuh oleh kawanan perampok. Nampaknya, mereka sudah puas dengan barang jarahan senilai Rp 30 juta itu.  
Slamet dan keluarganya tidak mengalami luka-luka dalam kejadian perampokan tersebut. Begitu juga dengan anak, istri, mertua, dan orang tua juga tidak terluka. Padahal mereka sudah diancam menggunakan linggis dan celurit dan parang.  ”Kami tidak mengenali wajahnya karena menggunakan cadar,” terang Slamet ketika melapor ke Mapolsek Junrejo.   Menurutnya, salah satu pelaku berbadan kurus dengan tinggi sekitar 170 sentimeter. Dia sempat melihat rambut bagian belakang yang tidak tertutup cadar, yakni disemir kuning.  ”Mereka masuk kamar dan mengancam  akan membunuh jika teriak atau memberi tahu kepada anak-anak. Pelaku kemudian mengobrak-abrik isi lemari dan membawa uang serta perhiasan,” tegas Slamet.
Dilanjutkannya, satu orang masuk dalam kamar, sedangkan dua orang itu menunggu diruang tamu. Dia mengetahui satu pelaku masuk kamar dan membangunkannya sambil menodong celurit. Pelaku itu kemudian gentian dengan temanya yang semula berada di ruang tamu.  ”Gak usah teriak,  kalau teriak kamu akan saya bunuh. Teman-teman saya banyak di luar,” tambahnya menirukan ucapan salah satu perampok yang mengancamnya. Uang Rp 15 juta, kata dia, merupakan hasil penjualan camilan dari Situbondo. Uang tersebut baru disetor oleh karyawanya, siang hari sebelum kejadian. Dia juga heran mengapa kawanan perampok tahu jika dia memiliki sejumlah uang.  Pelaku diduga masuk lewat tembok belakang setinggi tiga meter menggunakan tangga. Setelah itu merusak jendela yang terbuat dari ram-ram kawat. Mereka kemudian masuk rumah dan langsung menuju kamar utama. (feb/mar)