Uang Janda Satu Anak Dikuras

MALANG- Sungguh malang nasib SN, 35 tahun, janda satu anak warga Desa Sidodadi, Gedangan ini. Sudah semalam ditiduri, uang sebesar Rp 5 juta di dalam ATM BNI miliknya juga habis dikuras oleh pemuda yang menjadi kekasihnya. Pemuda itu Waadi, asal Dusun Krajan, Desa Tisno Gambar, Bangsalsari, Jember. Akibat perbuatannya itu, sejak Kamis malam lalu Waadi harus mendekam di balik terali besi Mapolres Malang. Dia berhasil dibekuk petugas Buser Polres Malang di sekitar Alun-alun Kota Malang. "Tersangka berhasil kami amankan setelah kami pancing bersama korban dengan mengajaknya janjian ketemu di Alun-alun Kota Malang. Barang bukti yang kami amankan adalah kartu ATM BNI milik korban yang dibawa tersangka," ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah.
Menurut pengakuan tersangka, hubungannya dengan SN adalah sepasang kekasih. Keduanya menjalin asmara sejak setahun lalu setelah saling kenal lewat telpon. "Dia (SN, red) yang kali pertama telpon salah sambung ke saya hingga akhirnya terus saling komunikasi dan jadian pacaran," ujar tersangka Waadi. Aksi pencurian sendiri, terjadi pada awal Januari 2013 lalu. Saat itu SN yang baru pulang kerja di Singapura, mengajak ketemuan Waadi. Tersangka diminta untuk menemui korban dengan datang ke rumahnya. Waadi pun datang ke rumah korban hanya sehari. Setelah itu dia pulang dan menginap di rumah saudaranya di Desa Penarukan - Kepanjen.
Selang lima hari kemudian, keduanya janjian ketemuan lagi. Tersangka menjemput korban ke rumahnya lalu mengajaknya jalan-jalan di Kota Malang. Bahkan korban juga diajak menginap dan berhubungan badan di salah satu hotel di Kota Malang.
Usai dari hotel, Waadi lalu mengajak korban ke rumah saudaranya. Saat di rumah saudaranya inilah tersangka mengambil kartu ATM di dalam dompet saat korban sedang mandi. Setelah itu korban lalu diminta pulang dengan dijemput keponakannya. Baru sampai di rumah korban yang tahu kalau ATM miliknya hilang dan setelah dicek uangnya berkurang, langsung melaporkan ke Polres Malang.  Sementara tersangka sendiri usai mendapatkan ATM itu langsung menguras uangnya. "Saya tahu pin ATM karena sempat melihat saat SN ambil uang di ATM. Uangnya habis saya gunakan untuk usaha jualan pakaian batik di Blitar," tutur Waadi. (agp/mar)