Minggu Depan, Korban BPF Lapor Polisi

MALANG- Sekitar 28 nasabah yang ikut menjadi korban ’keganasan’ PT. Bestprofit Futures (BPF) segera menyusul membuat laporan ke Mapolres Malang Kota, minggu depan. Para nasabah ini, bergabung dengan lima nasabah yang sebelumnya sudah melapor ke polisi. Dengan laporan 28 nasabah tersebut, kerugian yang ditaksir mencapai Rp 10 miliar. Beberapa hari ini, para korban yang belum melapor ke polis, mengaku sudah bergabung dengan para korban lain di Law Firm Gunadi Handoko and Partners untuk menyusun laporan. ”Ya, mereka sudah ikut bergabung dengan lima nasabah yang kita tangani sebelumnya. Mereka juga berencana minggu depan ini melapor ke polisi,” kata kuasa hukum nasabah BPF, Gunadi Handoko SH.MH.M.hum, kemarin.
Saat ini, katanya, para korban tersebut sedang menyusun laporan yang bakal dibutuhkan untuk pihak Satreskrim Polres Malang Kota. ”Paling tidak, laporan ini akan juga bisa segera ditangani oleh polisi sesuai dengan jumlah korban yang menyusul secara resmi melapor ke polisi untuk penanganan hukumnya,” terangnya. Selain segera menuntut kepada polisi untuk segera memproses BPF, para korban juga mulai menggalang kekuatan dengan korban lain di enam kota cabang perusahaan perdagangan berjangka komoditi ini. Pengacara ini memperkirakan, bila jumlah nasabah BPF mencapai 200 orang, bisa dikatakan jumlah kerugian bisa lebih dari Rp 20 miliar.
”Sebab, selama ini tidak ada satupun nasabah yang mengaku untung dari bisnis itu,” kata dia. Sekarang ini, pihaknya menghormati dewan yang mengapresiasi sikap para nasabah untuk melakukan gerakan bersama agar korban BPF tidak bertambah banyak.  Sebelumnya, Komisi A DPRD Kota Malang mengundang perwakilan BPF untuk dipertemukan dengan nasabah, beberapa hari lalu. Sayangnya, tanpa alasan yang jelas, BPF tidak berani hadir menemui para nasabah. ”Kalau mereka tidak berani bertemu dengan nasabah, berarti mereka salah. Mereka takut untuk bertemu kita,” kata para nasabah ketika hearing dengan anggota dewan. (mar)