Mohon Ma'af, website sedang perbaikan.
Dapatkan Update Berita Terbaru di :
        www.malangpost.net

ABG Cewek Otaki Penjualan ABG

MALANG - Orang tua yang memiliki anak gadis, mulai harus waspada. Tindak pidana perdagangan (trafficking) anak, mulai ada di kota Malang.
 EL, 15 tahun, warga Jalan Bareng Gang 2 N RT13 RW04 bersama empat anak lainnya, CD, DA, RK, dan DI nyaris menjadi korbannya. Lebih mengejutkan, yang menjadi otak perbuatan itu adalah Widya, 14 tahun, teman mereka sendiri.
Informasi yang dihimpun Malang Post, Widya sudah diamankan dan diperiksa secara intensif di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang Kota.
Menurut penuturan Ali Suryadi, 35 tahun, ayah kandung EL, peristiwa itu bermula ketika Selasa (29/1) malam, anaknya pamit keluar rumah untuk mengantarkan RK, temannya yang juga warga Bareng, pulang setelah belajar bersama di rumahnya.
‘’Ketika itu, sekitar pukul 20.30.  Setelah saya tunggu selama 30 menit, anak saya kok belum kembali. Saya cemas dan langsung mencari,’’ katanya.
Diapun berusaha menanyakan kepada tetangga maupun warga sekitar, mengenai keberadaan anak kesayangannya itu. Dari informasi yang diterima Suryadi, EL terakhir terlihat bersama empat anak lainnya berada di pinggir Jalan Kawi.  
Takut anaknya menjadi korban penculikan, pria ini melaporkan ke Mapolres Malang Kota. ‘’Dari hasil penyelidikan polisi ini, anak saya menjadi korban trafficking. Anak saya dan empat lainnya, dikenalkan dengan Widya dan Aris, seorang laki-laki lewat Fina, anak Bareng,’’ ungkapnya.
Dari hasil perkenalan itu, lanjut dia, anaknya diiming-imingi uang banyak dan pergi ke Bali. Sebelum pergi ke Pulau Dewata ini, anaknya beserta empat korban lainnya sempat dibawa ke Lapangan Klabang, Sukun oleh Widya dan Aris.
‘’Sampai di tempat itu, RK dan CD dibawa Aris ke daerah Songgoriti. Untungnya, CD berhasil kabur saat dalam perjalanan. Sedangkan RK, begitu tiba di Songgoriti, kabarnya menjadi korban asusila di tempat itu oleh Aris,’’ ungkap bapak dua anak tersebut.
CD yang berhasil kabur, kembali ke rumahnya ke Bareng  dan menceritakan kejadian itu ke orang tuanya. Keterangan dari CD itulah, yang membuat polisi akhirnya mencokok Fina.
Dari gadis berusia 15 tahun ini, terungkap pula keberadaan EL bersama lainnya. ‘’Anak saya dan beberapa anak lainnya ditemukan di gubuk tengah sawah Lapangan Klabang, Kamis (31/1) malam,’’ tandasnya.
Selain menemukan semua korban, polisi juga mengamankan Widya. ‘’Saat diperiksa polisi, Widya mengaku akan menjual anak-anak ini ke Aris dan dikirim ke Bali. Setiap anak, katanya dihargai sampai Rp 3 juta,’’ pungkasnya.
Sumber Malang Post di Polres Malang Kota, membenarkan penangkapan Widya tersebut. ‘’Ya, kami masih melakukan pengejaran terhadap Aris yang diduga masuk jaringan penjualan gadis dibawah umur,’’ papar sumber yang minta namanya dirahasiakan tersebut  (big/mar)

Please publish modules in offcanvas position.