Berbuat Asusila, Pemuda Bululawang Dibui

DIPERIKSA : Rofiuk Muis, tersangka asusila diperiksa polisi.

BULULAWANG- Pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur tak pernah berhenti. Kemarin, Rofiuk Muis, 20 tahun, warga Desa Kasri, Bululawang diamankan tim Buru Sergap (Buser) Satreskrim Polres Malang. Dia dituduh melakukan perbuatan asusila kepada Melati (nama samaran), 15 tahun, yang diakui oleh tersangka sebagai pacarnya sendiri. Penangkapan terhadap Muis, dilakukan setelah polisi melakukan penyidikan sejak dilaporkan orang tua Bunga, Kamis (31/1). “Tersangka kami tangkap di rumahnya, Jumat siang. Ketika kami periksa, dia sama sekali tidak mengelak tuduhan itu,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Decky Hermansyah. Dihadapan penyidik yang memeriksanya, dia mengaku kenal dengan korban sejak empat bulan lalu. Saat itu, dia dikenalkan melati oleh kakak kandungnya sendiri yang bernama Hariadi, 25 tahun, juga warga Desa Kasri, Bululawang.
“Setelah dikenalkan, saya bertukar nomor HP. Satu bulan kenalan, akhirnya kita berdua memutuskan untuk berpacaran,“ ucapnya. Lebih lanjut tersangka mengakui melakukan perbuatan bejatnya itu pada hari Sabtu (26/1) malam, di rumahnya yang ada di Turen. “Awal mula, Melati saya jemput di sekolah. Terus saya bawa ke rumah nenek di Turen,” kata Muis yang bekerja sebagai tukang sembelih ayam di Pasar Bululawang ini. Menurut Muis, setelah dijemput dari sekolah, Melati akhirnya dirayu agar mau berhubungan intim di rumahnya. “Saat itu, di rumah saya memang sepi. Dia saya ajak kencan. Tapi, dia nolak. Kemudian, tiba-tiba dia mau kalau di kamar belakang biar tidak ketahuan orang,” katanya.
Di kamar itulah, kegadisan Melati terenggut. Perbuatan Muis terungkap setelah ibunda Melati, melihat kejanggalan yang terjadi pada anak kesayangannya tersebut. Kepada Malang Post, tersangka mengaku siap bertanggungjawab atas perbuatan bejat yang dilakukannya. Bahkan, pemuda ini juga sedikit kecewa dengan tindakan melaporkan dirinya ke polisi oleh keluarga korban.  “Saya siap menikahi pacar saya. Tetapi keluarganya malah melaporkan saya ke kantor polisi dan berbuntut penahanan saya,” keluhnya. Menurutnya, kasus ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan saja. Akibat perbuatan yang dilakukannya itu, tersangka dijerat dengan pasal 81-82 Nomor 23 tahun 2002 tentang undang undang perlindungan anak. (big/mar)