Diminumi Racun Tikus Lalu Dicekik

URUS : Kasun Sukorejo, Miaji bersama perangkat desa dan kerabat korban mengurus jenazah Ida.

PEMBUNUHAN yang dilakukan Roni, tergolong cukup sadis. Sebelum Ida Susanti dihabisi dengan cara diminumi racun tikus dan dicekik, dia juga sempat menyetubuhi mantan pacarnya itu. Pengakuannya, dia memang sudah berniat menghabisi nyawa gadis malang ini. ”Saya memang merencanakan pembunuhan itu,” tutur Roni dihadapan Wakapolres Malang Kota, Kompol Wiyogo Pamungkas. Dijelaskannya, Ida adalah kekasihnya. Dia sempat berpacaran dengan korban selama setahun. Namun karena ada masalah, dua tahun lalu mereka akhirnya putus. Meski sudah putus, keduanya masih sering bertemu. Bahkan mereka juga pernah melakukan hubungan intim. Permasalahan muncul, setelah korban diketahui hamil tiga bulan. Korban yang tak ingin menanggung aib itu sendirian, mendesak Roni untuk bertanggungjawab menikahinya.
“Saya didesak untuk menikahinya. Padahal saya tak yakin kalau janin yang dikandung itu, karena berhubungan dengan saya. Tetapi juga dengan pria lain,” lanjutnya. Karena terus didesak itulah, membuat Roni kalut. Dia kemudian merencanakan pembunuhan, dengan mengajak bertemu dengan korban, 23 Januari malam. Begitu bertemu, Roni mengajak check in di Hotel Bali Graha Dewata Agung, Jalan Panji Suroso Malang. Keduanya check in pukul 20.45 dengan memesan kamar standar seharga Rp 100.000 per malam. Seperti biasa, Roni mengajak kencan Ida dan dilanjutkan dengan makan lalapan. Setelah itu, keduanya kembali ke hotel. ”Setelah kembali ke hotel itu, dia saya suruh minum minuman bersoda yang sudah saya campuri racun tikus,” urai dia.
Habis setengah botol, ternyata tidak ada reaksi apa-apa. Ida masih terlihat sehat. Karena korban tak kunjung tewas, Roni langsung menutupi wajah korban dengan handuk dan mencekik lehernya hingga meninggal. Roni lalu berusaha menghilangkan jejak pembunuhan itu. Sekitar pukul 02.00, kondisi hotel yang sepi dan kelengahan resepsionis, dia membungkus tubuh korban dengan kain sprei. Setelah itu, tubuh Ida digotong ke tempat parkir. Selanjutnya dengan dinaikkan sepeda motor Yamaha Mio warna hijau, Ida dibawa ke sungai Kajar, yang berjarak sekitar 75 meter dari hotel dan membuangnya ke sungai tersebut. ”Saya lalu kembali lagi ke hotel dan tidur. Setelah itu, pagi sekali saya kembali ke Surabaya,” paparnya. (agp/mar)