Pembunuh Gadis Muda Dibekuk

UNGKAP : Wakapolres Malang, Kompol Wiyogo Pamungkas menunjukkan tersangka pembunuhan gadis muda dan barang buktinya.

Hamil Tiga Bulan
MALANG– Upaya petugas gabungan Polsekta Blimbing dan Satreskrim Polres Malang Kota mengungkap kematian gadis misterius, yang ditemukan di dasar sungai Kajar, Gang Lori, Jalan Panji Suroso, Malang, Januari lalu membuahkan hasil. Korban diketahui bernama Ida Susanti, 22 tahun, warga Dusun Sukorejo RT53 RW09, Desa Tumpakrejo, Gedangan. Dari hasil penyelidikan, diketahui juga dia dibunuh oleh Roni, 23 tahun, mantan kekasihnya yang juga masih bertetangga di RT52 RW09. Pemuda tersebut, ditangkap petugas di Surabaya dini hari kemarin selang beberapa jam setelah identitas korban terkuak. Ketika dibekuk itu, Roni baru saja pulang kerja di kios gorengan. Dia sama sekali tidak melawan petugas yang melakukan penangkapan. Sebaliknya Roni, justru mengakui secara jujur kalau dirinya yang membunuh Ida.
“Tersangka Roni ditangkap setelah bukti petunjuk yang kami dapatkan, mengarah bahwa dia pelakunya,” ungkap Wakapolres Malang Kota, Kompol Wiyogo Pamungkas, kemarin. Menurut dia, terungkapnya kasus pembunuhan ini, berdasarkan hasil keras anggota dalam menyelidiki kasus ini. Polisi sebelumnya menduga kalau mayat wanita itu adalah korban kejahatan. Ini dibuktikan juga dengan hasil otopsi yang dikeluarkan dari RSSA Malang. Yang mencengangkan, Ida juga diketahui tengah hamil 3 bulan. ”Identitas korban terkuak Jumat malam karena keluarganya yang melakukan pencarian setelah hilang kontak sejak 24 Januari lalu. HP korban yang selama ini tidak pernah off, tiba-tiba sama sekali tidak bisa ditelpon. Padahal sehari sebelumnya, korban yang bekerja sebagai karyawan toko di sekitar Plasa Dieng ini, baru saja menelpon orangtuanya,” terangnya. Roni sendiri, dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan yang sudah direncanakan.
Kepala Dusun Sukorejo, Miaji yang ditemui Malang Post di kamar jenazah kemarin juga membenarkannya. ”Sehari sebelumnya, Ida telepon orangtuanya minta dijemput di toko untuk pulang. Tetapi saat orangtuanya datang menjemput ke toko besoknya, Ida sudah tidak ada,” katanya. Orang tua Ida, yakni Misiyo dan Sunarmi pun langsung cemas. Selain HPnya mati, anak bungsu dari dua bersaudara ini juga tidak ditemukan saat dicari kemana-mana. Baru Jumat (1/2) malam lalu, keluarga yang bingung melapor ke Mapolres Malang Kota. Berdasarkan ciri-ciri yang disebutkan keluarga ini, polisi memprediksi mirip dengan identitas jenazah wanita muda yang ditemukan di sungai Kajar, Gang Lori, Jalan Panji Suroso Malang. Polisi lalu mengajak pasangan suami istri ini ke kamar jenazah RSSA Malang. Setelah dilihat, ternyata gadis muda yang tewas misterius itu adalah Ida.  Petugas pun mendalami kasusnya dengan memeriksa beberapa orang saksi, termasuk orang tua korban. Salah satu informasi yang diterima polisi, Roni merupakan orang terakhir yang bertemu dengan Ida. (agp/mar)